Pekanbaru | REALITAS – Di tengah dinamika pendidikan yang terus berkembang, sebuah inisiatif luar biasa lahir di SMA Negeri 10 Pekanbaru.
Rumah Qur’an Al-Mujahadah, yang didirikan pada Maret 2023 lalu kini menjadi salah satu pusat pembinaan hafalan Al-Qur’an yang telah melahirkan para penghafal Qur’an yang berprestasi.
Rumah Qur’an ini berdiri berkat gagasan Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Pekanbaru Abdul Gafar M.Pd yang saat itu baru dua bulan menjabat, bersama komite sekolah dan majelis guru.
Dengan semangat kebersamaan, program ini menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki pemahaman dan hafalan Al-Qur’an yang kuat.
Pada bulan Maret 2023, Rumah Qur’an Al-Mujahadah resmi berdiri dan mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Peresmiannya dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Riau saat itu, bersama pejabat dari dinas pendidikan dan kepegawaian. Saat pertama kali didirikan, jumlah santri masih sedikit, namun seiring waktu, rumah Qur’an ini berkembang pesat.
Menurut Abdul Gafar, dari waktu ke waktu Rumah Qur’an Al-Mujahadah ini semakin besar dan menarik minat banyak siswa. Kini, jumlah santri yang aktif menghafal Al-Qur’an mencapai 87 orang.
“Mereka datang dengan semangat tinggi untuk menimba ilmu dan memperkuat hafalan Al-Qur’an mereka,” ujar Gafar.
Ia pun menyebutkan program Camp Al-Qur’an bulan Ramadhan 1446 Hijriyah ini diadakan dengan sistem karantina selama 10 hari. Dalam periode ini, para santri fokus menambah hafalan mereka.
“Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah keberlanjutan tenaga pengajar. Rumah Qur’an Al-Mujahadah memiliki tiga guru pembimbing hafalan, dua di antaranya adalah penghafal 30 juz bersanad. Dengan tekad dan doa, kami berharap Rumah Qur’an Al-Mujahadah terus berkembang dan menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an yang melahirkan lebih banyak penghafal Qur’an,” jelas Gafar.
Selain itu, di bulan suci Ramadhan menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SMA Negeri 10 Kota Pekanbaru untuk berbagi dengan sesama.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sekolah ini kembali menggelar aksi sosial dengan mengumpulkan dan menyalurkan berbagai bahan pokok kepada panti asuhan dan rumah tahfidz Al-Qur’an di kota ini.
“Untuk Tahun ini, sebanyak lima panti asuhan dan rumah tahfidz menjadi penerima manfaat dari kegiatan tersebut. Donasi yang berhasil dikumpulkan berasal dari sumbangan para siswa, orang tua, guru, serta seluruh keluarga besar SMA Negeri 10 Pekanbaru. Total bantuan yang telah terkumpul berupa Beras 428 kg, Gula pasir 330 kg, Minyak goreng 462 liter, Tepung terigu 52 kg, Mie instan 884 bungkus (21 kardus), Susu kental manis 55 kaleng, Teh celup/kotak 174 kotak, dan Sirup 35 botol,” ujar Abdul Gafar.
“Selain itu, sekolah juga menyalurkan 100 paket sembako kepada warga sekolah yang berhak menerima. Setiap paket bernilai Rp250.000 dan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan. Kami ingin mengajarkan nilai kepedulian dan kebersamaan kepada siswa, bahwa berbagi dengan sesama adalah bagian penting dari kehidupan,” tutupnya.
Sementara itu, Gubernur Riau H.Abdul Wahid yang diwakili oleh Plt.Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Riau Alfira S.Sos menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan program tahfidz.
Menurutnya, Keberhasilan mereka dalam menghafal Al-Qur’an menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan spiritual dan mewujudkan masyarakat Islami yang taat, dinamis, serta berakhlak mulia.
“SMA Negeri 10 Pekanbaru ini telah banyak berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk mencetak lulusan yang berdaya saing, berkarakter, serta memiliki moral dan etika yang tinggi. Diharapkan Wisuda tahfidz ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga momentum penting dalam membentuk generasi penerus yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Alfira.
Pemerintah Provinsi Riau juga mendorong agar program ini terus dikembangkan di masa depan, sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam terhadap kitab suci umat Islam.
“Selamat dan sukses kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan program tahfidz. Kami berharap ananda tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkan ajarannya dalam kehidupan, serta menjadi pelopor dalam pembangunan daerah dan bangsa di masa yang akan datang,” tutup Plt.Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemanggilan wisudawan/wisudawati Tahfidz dan tausiyah agama oleh ustadz Dr.Gulam LC MA. (Mirza Yamoli)


