Polres Langsa Limpahkan Tersangka Penyeludup Pengungsi Rohingya ke Kejari

oleh -42.579 views
Polres Langsa Limpahkan Tersangka Penyeludup Pengungsi Rohingya ke Kejari
Kanit Tipidter dan Anggota Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Langsa, melimpahkan tiga tersangka penyeludupan pengungsi Rohingya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur, Senin 20 Mei 2024. (Foto Ist)

LANGSA | MEDIAREALITAS – Kanit Tipidter dan Anggota Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Langsa, melimpahkan tiga tersangka penyeludupan pengungsi Rohingya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur, Senin 20 Mei 2024.

Kapolres Langsa AKBP Andy Rahmasyah melalui Kasat Reskrim Iptu Rahmat membenarkan pelimpahan. Kata dia kasus penyelundupan manusia ini telah masuk tahap II. 

Kata Rahmat, Pelimpahan tersebut diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riki Rasiwa di Kejari Aceh Timur. Ketiganya yang diserahkan berinisial MH, 49 tahun, MS, 27 tahun, dan AT, 46 tahun. 

Sebut Rahmat, kasus penyelundupan tersebut dilakukan oleh tiga tersangka saat 137 imigran Rohingya mendarat di pesisir pantai Gampong Kuala Parek, Sungai Raya, Aceh Timur pada 1 Februari 2024.

BACA JUGA :  Beri Penghormatan Terakhir, Kapolres: Semangat Dan Dedikasi Almarhum Akan Selalu Dikenang

Sebelumnya, Polres Langsa menetapkan tiga warga Bangladesh sebagai tersangka dugaan penyelundupan imigran asal Myanmar etnis Rohingya. 

AKBP Andy Rahmasyah mengatakan MH berperan sebagai Kapten Kapal. Sementara MS anak buah kapal dan AT selaku juru masak. 

“Mereka berangkat dari Bangladesh ke Indonesia Desember 2023,” kata Kapolres saat konferensi pers, Senin 18 Maret 2024.

Dikatakan Kapolres, setiap penumpang wajib membayar Rp 14 juta untuk tiket kapal. Setiap penumpang yang sudah membayarnya dikumpulkan di pinggir pantai Tex Naf, lalu dinaikkan ke sebuah kapal kecil untuk dibawa ke tengah laut dan selanjutnya dipindahkan ke kapal besar yang telah disiapkan 

“Kapal tersebut di nahkodai MH, diminta oleh agen berinisial AS untuk membawa para penumpang ke Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kejati Sumsel Tetapkan Enam Tersangka Korupsi Tambang Rp555 Miliar

Semasa dalam perjalanan, kata Kapolres, mulai bahan bakar hingga makanan dan kebutuhan lainnya disediakan oleh AS. 

MS bertugas sebagai juru mesin, AS dan NY ditugaskan membantu kapten kapal jika ada kendala dalam perjalanan, sedangkan AT dipekerjakan jadi juru masak. Masing-masing mereka diupah Rp 7 juta atau 50 ribu TAKA

“AS belum ditangkap karena masih berada di Bangladesh. Tiga tersangka ditangkap, sudah ditahan di Mapolres Langsa,” ujarnya. 

Kata Andy, ketiganya dijerat pasal 120 Undang-undang Republik Indonesia nomor 6 tahun 2011, tentang Keimigrasian Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman pidana minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara, demikian. (*)