Pemerintah Akan Terapkan Sistem Barcode Untuk Pembelian BBM

oleh -109.579 views
Pemerintah Akan Terapkan Sistem Barcode Untuk Pembelian BBM

Jakarta | Realitas – Pemerintah Daerah Kabupaten  Merauke tengah berkoordinasi dengan PT Pertamina Persero cabang setempat untuk menerapkan sistem barcode untuk pembelian BBM subsidi. Tujuannya untuk mengatasi antrean panjang BBM di sejumlah SPBU yang ada di Kota Merauke dan sekitarnya.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menyaksikan sendiri antrean panjang BBM yang terjadi di Jalan Para Komando (Parako). Pada tahun 2022 lalu pihaknya sudah berusaha untuk mengatasi antrean yang terjadi di sejumlah SPBU yang ada di Kota Merauke dengan menggunakan sistem kupon ataupun tiket antrean.

“Tapi ternyata Pertamina Papua di Jayapura, kemarin sudah menggunakan sistem barcode. Jadi semua antrean menggunakan Barcode,” kata Romanus, Rabu (8/2).

BACA JUGA :   Indonesia-China Sepakat Dukung Palestina Jadi Anggota PBB

“Saya juga tidak senang melihat adanya antrean yang panjang seperti ini. Selain menimbulkan kemacetan, rawan juga terjadi kecelakaan,” tuturnya.

Disinggung soal banyaknya penimbun BBM, Romanus mengungkapkan, bila sistem barcode sudah diterapkan, nantinya akan ketahuan oknum  siapa saja yang memanfaatkan ataupun melakukan kejahatan migas tersebut.

“Kalau sistem barcode sudah diterapkan maka pasti akan ketahuan kendaraan mana saja yang melakukan tap minyak khususnya BBM bersubsidi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Rayon III Papua, Anwar Hidayat mengungkapkan, pada dasarnya pihak tersebut siap untuk memberlakukan penggunaan barcode di setiap SPBU yang ada di Kota Merauke dan sekitarnya.

“Kita sudah dapat arahan dari Bapak Bupati, per tanggal 1 Maret mendatang sudah kita wajibkan (penggunaan barcode),” ujar Anwar Hidayat.

BACA JUGA :   ASN Akan Dapat 1 Unit Apartemen Di IKN, Kecuali Yang Jomlo

Untuk itu, ia menghimbau masyarakat segera mendaftarkan kendaraannya ke www.subsiditepat.pertamina.com atau melalui aplikasi My Pertamina. Dengan penggunaan barcode ini ke depan dapat meminimalisir penyalahgunaan BBM yang dilakukan oleh para oknum warga yang ingin mencari keuntungan untuk diri sendiri maupun kelompok.

“Ketika semua sudah terdaftar, maka setiap kendaraan akan memiliki barcodenya masing-masing, khusus bagi kendaraan yang menggunakan BBM bio solar subsidi,” tuturnya.

Dia pun mengaku kesal melihat antrean panjang tersebut. Menurutnya, hal itu bisa menimbulkan kemacetan dan rawan kecelakaan. (*)
sumber: Merdeka