Aceh Menduduki Peringkat Teratas Kasus Hukuman Mati

oleh -118.579 views
oleh
kasus peredaran narkotika di Aceh
Foto Istimewa

Banda Aceh | Realitas – Ketua Pengadilan Tinggi Aceh Dr. Suharjono menerima kunjungan Pemimpin Redaksi Indonesiaglobal.net dalam rangka jalin silaturrahmi sekaligus membahas situasi terkini tentang maraknya kasus peredaran narkotika di Aceh, Selasa (17/1/2023).

“Sangat disayangkan, Aceh yang mendapat julukan Kota Serambi Mekkah, justru harus menduduki peringkat atas dalam kasus hukuman mati”, ungkap Ketua PT.

Kata dia, pertemuan ini sangat bagus terkait dengan berbagai informasi yang harus disuguhkan kepada masyarakat secara faktual.

Terlebih lagi, kasus narkotika sudah meresahkan dikalangan generasi muda.

BACA JUGA :   Pemuda Anti Korupsi Desak Kejati Usut Dugaan Suap Pengadaan Alkes Di Dinkes Langsa

Media memiliki peran penting untuk mempublish dengan edukasi berita yang mendidik terhadap masyarakat diseluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, sambungnya.

Terkait hal ini, Kita terus berupaya dengan stakeholder lain dan saling bersinergi guna memberantas tingginya kasus narkotika di Aceh.

Namun, semua akan nihil dan sia-sia tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat terhadap kasus mematikan ini.

“Tanpa disadari, narkotika menggiring kita pada kematian,” tegas Suharjono.

Hal itu, dibenarkan oleh Pemred IGN, kasus narkotika bukanlah hal sepele, menggeret kita pada pembodohan karakter, perilaku menyimpang, jauh dari azas-azas kemanusiaan dan lain-lain.

BACA JUGA :   Pj Bupati Aceh Singkil Lantik Enam Pejabat Fungsional

Upaya yang terus dilakukan adalah pendekatan secara komunikatif, sosialisasi di sekolah-sekolah serta perketat pengawasan lalu lintas peredaran narkoba, melalui jalur darat, laut maupun udara.

Kedepan, wacana pembangunan Pengadilan Negeri juga akan dibangun di Subulussalam.

Sebab, sejauh ini baru 22 Pengadilan Negeri yang ada diseluruh Kabupaten/Kota di Aceh.

Akhiri perbincangan, semoga di tahun 2023 ini kasus narkotika di Aceh dapat diminimalisir secara signifikan, harapnya. (Cut Silvia)