Sejarah 6 Dekade SMKF Ikasari Hingga Capaian Prestasi

oleh -344.759 views
Sejarah 6 Dekade SMKF Ikasari Hingga Capaian Prestasi

Pekanbaru | Realitas – Pada 60 tahun yang lalu Sekolah Menengah Kejuaraan Farmasi (SMKF) Ikasari Pekanbaru dikenal dengan sebutan Sekolah Asisten Apoteker (SAA) Pekanbaru.

Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk SAA Pekanbaru pada tanggal 10 Oktober 1963, namun sebelumnya sekolah tersebut telah beroperasi pada tanggal 01 November 1962 lalu.

Sejarah ini diceritakan langsung oleh Kepala Sekolah Endria Erman S.Si ketika menyampaikan sambutan pada kegiatan puncak 6 Dekade SMKF Ikasari Pekanbaru pada Sabtu 5 November 2022.

Endria juga mengatakan bahwa pengertian dari kata Ikasari tersebut diambil dari kalimat Ikatan Sarjana Riau, yang mana sekolah tersebut didirikan dengan tekad, ide, serta pemikiran orang-orang hebat yang bertujuan melahirkan ribuan generasi muda sebagai tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.

“Untuk itu marilah sama-sama kita do’akan para pejuang dan pendiri Sekolah Ikasari mendapatkan amal ibadah serta pahala dari manfaat ilmu yang kita peroleh saat ini,” ujar Endria seraya diaminkan oleh guru, siswa dan seluruh tamu undangan yang hadir.

Ia juga menceritakan pada awalnya gedung SAA Pekanbaru di tahun 1962 berada di Jalan Cempaka tepatnya dibelakang kantor pemadam kebakaran, yang Kepala Sekolahnya berketurunan warga Tionghoa.

“Selanjutnya dalam keterangan sejarah yang tercatat, pada tahun 1964 SAA pindah di depan kantor Gubernur Riau Jalan Jenderal Sudirman. Sepuluh tahun kemudian pindah lagi gedungnya ke Jalan Pattimuta, berlanjut hingga tahun 2008. Dan secara berangsur-angsur di tahun 2013 hingga saat ini keberadaan bangunan gedung sekolah mulai berkembang terus tidak terlepas dari dukungan dan bantuan pemerintah provinsi Riau,” jelas Endria yang mulai menjabat sebagai Kepala Sekolah pada tahun 2018.

BACA JUGA :  Forkopimda Aceh Didesak Surati KPK, Bongkar Dugaan Setoran Tambang Ilegal dan Permainan Obral IUP

Peringatan 60 tahun SMKF Ikasari Pekanbaru mengangkat tema unggul dalam kompetensi, utama dalam membangun akhlak mulia.

Alasan penggunaan tema tersebut menurut Kepsek SMKF Ikasari ternyata berdasarkan penelitian bahwa sekolah-sekolah kejuruan memiliki hard skill yang luar biasa, namun sangat disayangkan tidak diimbangi dengan karakter atau akhlak di setiap diri para siswa.

“Maka dalam kesempatan ini kami mengajak kepada seluruh warga SMKF Ikasari Pekanbaru marilah kita tingkatkan karakter anak didik kita, karena hal ini sangat bermanfaat bagi mereka ketika bekerja memasuki dunia usaha dunia industri,” pesannya.

SMKF Ikasari Pekanbaru ini memiliki tiga program study yakni farmasi, kimia industri, dan teknologi laboratorium medik dengan 24 rombongan belajar (rombel) jumlah siswa 791 orang.

Untuk diketahui, SMKF Ikasari Pekanbaru dijuluki dengan sebutan SMK pelopor pendirian se Provinsi Riau, karena menurut Endria SMK farmasi di kabupaten/kota di Riau sebagian besar dalam binaannya.

“Awalnya mereka melakukan praktek disini, dan pembekalan ilmu dari guru-guru di sekolah kita ini sebagai acuan bagi mereka dalam belajar,” ungkap Endria.

Sementara itu, untuk prestasi yang diperoleh oleh siswa SMKF Ikasari Pekanbaru tersebut yakni Juara 1 LKS tingkat Provinsi tahun 2022, Juara 1 KKSI farmasi dan Juara 3 KKSI kimia industri tahun 2021, Juara 1 LKS tingkat Nasional tahun 2018, dan lain sebagainya.

“Kita juga mempunyai produk unggulan yaitu brandis yang merupakan hasil karya dari peserta didik, Brandis itu singkatan dari Brand Ikasari.

Penjelasannya, kita memiliki pabrik mini sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas anak dalam berusaha. Mulai dari perencanaan produk, memproduksi, hingga memasarkan produk tersebut.

Diantaranya produksi di farmasi yaitu jamu instan didalamnya ada jahe merah, temu lawak, dan kunyit putih. Untuk di kimia industri ada produk hand soap, deterjen, hand sanitizer serta makanan minuman berupa es krim, kerupuk, yoghurt, dan lainnya.

BACA JUGA :  Forkopimda Aceh Didesak Surati KPK, Bongkar Dugaan Setoran Tambang Ilegal dan Permainan Obral IUP

Semua produk tersebut pangsa pasarnya di Apotik, gerai oleh-oleh, mini market, serta penjualan melalui online yang resmi di bukalapak, tokopedia yang semua produk memiliki sertifikat halal dari MUI,” jelas Endria.

“Dan kami juga telah menerapkan program dari Kementerian seperti SMK BMW yang artinya selesai dari SMK bisa Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausahawan disebut BMW.

Kita menjalankan program ini bekerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja untuk rekruitmen,” tutupnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Kabid SMK DR. Eng Yusri Rasul S.Pd,ST,MT berpesan kepada peserta didik di kegiatan helat 6 dekade SMKF Ikasari Pekanbaru yakni harus siap bekerja di dunia usaha dunia industri, melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi, dan mampu berwirausaha.

“Kami sampaikan kepada anak-anak bahwa di SMK kita ini terdapat suatu peluang besar untuk membuka lapangan pekerjaan baru, untuk menumbuh kembangkan entrepreneurship. Untuk itu bersungguh sungguhlah dalam menuntut ilmu sehingga menjadi generasi unggul dan maju kedepannya,” ujar Yusri.

“Ingat, bahwa waktu dan peluang kalian sangat luas, dan besar sekali untuk mencapai sebuah keberhasilan. Jangan lupa dengan jasa orang tua kita yang sudah membesarkan kita dan jasa para guru-guru kita. Maka untuk itu sayangilah orang tua kita dan hormatilah guru kita,” pesannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng sekaligus pelepasan balon ke udara dan pengumuman para pemenang juara lomba. *(mrz)