Aceh Singkil | Realitas – Tuntut upah belum dibayarkan, Ratusan Tenaga Kesehatan (Nakes) honorer dan tenaga bakti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Singkil, gelar aksi mogok kerja, depan pintu Pagar RSUD dijalan lintas Rimo-Singkil, Rabu (18-10-2022).
Aksi mogok kerja itu sempat menjadi perhatian publik, karena secara tiba – tiba sedikitnya (300) tiga ratusan tenaga kesehatan (Nakes) mulai dari tenaga perawat, bidan, dan sejumlah Nakes penunjang lainya.
Serta Cleaning Servis, Security dan sejumlah supir ambulans lebih memilih tidak masuk kantor dan berdiri didepan pintu gerbang RSUD Aceh Singkil.

Diantara Nakes itu ada yang membawa poster mempeihatkan Aspirasi Mereka Melalui mereka bertulikan, “Kami bukan sapi perahan bung”.
Salah seorang Perwakilan Tenaga Kesehatan (Nakes) Muhammad Lubis kepada awak media menjelaskan, aksi mogok kerja yang dilakukan Ratusan tenaga honorer RSUD karena selain terinisiasi dengan upah yang belum terbayarkan hingga beberapa bulan terakhir.
” Sampai hari ini, selain belum terima gaji (upah) beberapa bulan. Juga informasi yang kami peroleh, kedepan honor/upah yang semula Rp. 800.000 akan di potong sebanyak 50 Persen.” Sebut Muhammad Lubis
Ironisnya sejumlah tenaga honor instansi lain di Kabupaten Aceh Singkil, Sebut Muhammad Lubis, sudah menerima gaji/upah dengan nominal penuh dibayarkan oleh Pemerintah.
Muhammad Lubis dengan tegas mengatakan, jika tuntutan kami tidak tersahuti oleh Pemerintah. Sesuai dengan kesepakatan kami, seluruh Nakes honorer di RSUD Aceh Singkil, mengancam akan tetap melakukan aksi mogok kerja hingga batas waktu yang tidak di tentukan.
” Sebelum tuntutan kami terpenuhi, aksi mogok ini akan tetap berlanjut.” Tegas Muhammad Lubis.
Sebab kata Muhamad Lunis, selain sudah menjadi hak setiap Nakes yang menjalankan tugas di RSUD tersebut. Juga menurut, profesi yang mereka lakukan merupakan sebuah prilaku yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat banyak
Sementara itu ditempat yang sama, menyahuti aksi mogok kerja yang dilakukan Ratusan tenaga kesehatan (Nakes) dan penunjang Nakes lainya serta sejumlah Petugas.
Direktur RSUD Aceh Singkil, dr. Nita Saragih mengatakan, sebelumnya sudah mengetahui wacana kegiatan aksi yang akan di lakukan oleh Petugas Nakes di instansi yang ia pimpin saat ini.
Sekalian dengan keluhan sejumlah para Nekes hingga berujung mogok kerja tersebut sudah dibahas secara persuasif di RSUD namun belum membuahkan hasil.
Terutama, tuntutan tentang pemotongan honor/upah para Nakes sebesar 50 Persen yang berstatus kontrak atau honorer. ” Berdasarkan DPA Perubahan, dari Agustus – Desember 2022 honor atau upah tenaga Nakes yang berstatus honorer terpotong sebesar 50 persen.” Jelas dr. Nita Saragih.
Lebih lanjut Nita Saragih menyampaikan, selain akan dilakukan aksi mogok yang dilakukan oleh sejumlah Nakes didepan RSUS tidak seluruhnya. Namun, disisi lain para Nakes ini sudah sepakat memilih tidak bekerja. Tekhusus di bagian pelayanan.
Selain itu dr. Nita menerangkan, terjadinya pemotongan upah dan honor tenaga Nakes sebesar 50 persen yang berstatus Kontrak atau Tenaga Honorer tersebut.
Pihak menejemen RSUD, mengikuti instruksi dan arahan dari pimpinan Pemerintah Daerah (Bupati), berdasarkan kajian yang sudah di lakukan oleh Tim Ahli Penggunaan Anggaran (TAPK) Pemkab Aceh Singkil. (*)



