Aceh Singkil | Realitas – Komunitas Kupie Raja bersama Redio Revublik Indonesia (RRI) PS Singkil, menggelar diskusi publik menyikap tabir situs sejarah Peradaban Singkel Lamo, Kamis (15/9/2022).
Dalam diskusi itu menghadirkan sejumlah bukti penemuan peninggalan benda kuno di Singkel lamo. Juga mendatangkan narasumber Antropolog DR. Muhadjir Al – Faisury, Dosen STAIN Meulaboh Aceh Barat.
Secara resmi diskusi tersebut dibuka PJ. Bupati Aceh Singkil, Marthunis, ST, DEA. dengan inisiator Sekda Aceh Singkil, Azmi, turut hadir Ketua MPU Aceh Singkil H. Roesman Hasmy, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil Khalilullah, Tokoh Ulama serta pemerhati Sejarah Aceh Singkil.
PJ. Bupati Aceh Singkil. Marthunis, ST, DEA saat membuka diskusi itu mengatakan, melalui kegiatan diskusi publik akan mengangkat kembali situs – situs sejarah di Kabupaten Aceh Singkil, Dia menyakini kedepan akan dapat mengangkat wilayah Aceh Singkil yang terletak di bagian paling barat selatan Aceh.
Terutama, untuk mendukung sektor pariwisata dibidang situs sejarah dan kebudayaan serta peningkatan perekonomian atau menambah Pendapatan Asli Daera (PAD) melalui Retribusi di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.

Sebab, dengan adanya bukti – bukti sejarah ini kedepan akan membuat dunia merasa tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang peran Aceh Singkil di masa kuno. Bahkan tidak tertutup kemungkinan para sejarawan atau wisatawan akan langsung menelusuri ketitik koordinat peraban Singkel Lamo tersebut.
Cara Singkil maju dengan mendatangkan banyak orang ke Kabupaten Aceh Singkil, baik berwisata, maupun menelusuri sejarah.
Oleh sebab itu, Marthunis menyebutkan pihak berkomitmen dan berupaya akan memberikan fasilitas terbaik. Seperti moda transportasi, makanan, dan tempat – Tempat peristirahatan.
Sementara itu, DR. Muhadjir Al-Faisury selaku narasumber dalam diskusi publik itu mengatakan, ” Melalui diskusi publik yang di gagas oleh Komunitas Kupiraja dan RRI dinilai sangat positif untuk mengangkat kembali situs – situs sejarah yang ada di Kabupaten Aceh Singkil”.
Bahkan, melalui kegiatan diskusi kali ini merupakan langkah awal untuk menunjukkan betapa pentingnya kesegaran nilai – nilai sejarah.
Oleh Sebab itu, diharapkan kepada Komunitas Kupiraja kedepan dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan dan menetapkan konservasi zonasi kawasan cagar budaya di lokasi Singkel Lamo.(*)


