IKLAN YARA

Dianggap”Penumpang Gelap” Dalam Paket Calon PJ Aceh Jaya, DPRKnya Terbelah Dua

oleh -94.579 views
Pj Bupati Aceh Jaya
FOTO Ist

Calang | Realitas – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, H. Syamsuddin Yahya, SE menegaskan munculnya salah satu nama Pj Bupati Aceh Jaya yang diusulkan kemendagri bukan berdasar hasil keputusan fraksi di DPRK setempat.

Fraksi di DPRK Aceh Jaya mengusul tiga nama putra daerah untuk calon Pj Bupati Aceh Jaya kepada pimpinan DPRKnya untuk diboyong ke Kemendagri, ujar H. Syamsuddin Yahya, SE kepada awak media di Kantor PWI Aceh Jaya, Jumat (24/6/2022) di Calang.

Tapi anehnya, kata Syamsuddin, ketika di bawa pulang ke daerah, di antara tiga nama tersebut, telah raib nama Teuku Asya’ri, tidak lain Dia adalah putra daerah asli. Dalam paket baru diduga dipreteli di tengah jalan oleh para pimpinan DPRK ini, dimunculkan sosok “siluman” lain yang tidak dikenal dan tidak pernah dibahas dalam rapat fraksi maupun paripurna.

BACA JUGA :   Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Tebing Aceh Besar

Satu nama penumpang gelap dimaksudkan itu adalah Nurdin katanya Staff Di Depdagri. Siapa Dia? Mereka tak pernah kenal sebelumnya. Sedangkan nama calon PJ yang diusul DPRK ini, yaitu Mustafa, Sekda Aceh Jaya, T. Reza Fahlevi, Kadis Pertanian Aceh Jaya dan Asy’ari, Kadis Perhubungan Aceh Jaya. Ke tiga calon ini merupakan putra – putra terbaik Aceh Jaya.

Mewakili lembaga DPRK Aceh Jaya, Syamsuddin mengungkapkan kekecewaannya atas munculnya usulan Pj Bupati Aceh Jaya di luar usulan fraksi – fraksi.

Calon PJ Siluman

Kabarnya, calon PJ bupati “siluman” ini merupakan usulan dari hotel predeo Suka muskin, Bandung.Ini sesuai surat beredar “surat keramat” di balik terali besi itu, di kemudian harinya, kata Dia lagi.

“Kami menyesali hal ini terjadi, karena dengan munculnya nama Dr. Nurdin tersebut, kami di lembaga DPRK sebagai perwakilan seluruh masyarakat Aceh Jaya merasakan kekecewaan mendalam” tambah nya ketika bertandang ke Kantor PWI Aceh Jaya bakda Jumat.

BACA JUGA :   Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Krueng Arakundo
Hazami PNA
Hazami Anggota PNA (FOTO Ist)

Menurut Syamsuddin, dalam surat Mendagri nomor: 131.11/3330/OTDA tanggal 13 Juni 2022 perihal usulan nama calon Pejabat Bupati Aceh Jaya ditujukan kepada lembaga DPRK Aceh Jaya.

Dalam surat itu Mendagri tidak meminta calon nama Pj.Bupati kepada partai, kecuali kepada lembaga DPRK saja. Tapi mengapa usulannya tidak sesuai dengan penyampaian fraksi – fraksi, ungkapnya dengan nada kesal.

Kalau PNA mengusulkan nama Dr. Nurdin, kenapa tidak ada sehelai pun surat legal sebagai bahan pembahasan fraksi untuk pertimbangan dan dipertanggung jawabkan, kilahnya dengan nada tanya?

“Saya dipercayakan sebagai utusan mewakili tiga fraksi di DPRK Aceh Jaya meminta kepada pimpinan DPRK untuk bisa mencabut nama Dr. Nurdin diganti dengan nama Asy’ari sebagaimana usula awalnya”, tutupnya.

Sementara enam jam kemudian, Hazami, anggota DPRK yang sama dalam releasenya kepada pers setempat, justeru membantahnya. Tidak benar ungkapan rekanya Syamsudin Yahya menyatakan tidak adanya surat usulan Partai PNA. “Saya sudah memperlihatkan surat tersebut kepada ketua fraksi dalam bentuk hard copy (bukan soft copy) melalui WhatsApp.

BACA JUGA :   LASKAR Desak Kajagung Copot Kajati Aceh
PAN
FOTO Ist

Setahu bagaimana saat proses perekomendasian kepada pimpinan, nama yang diajukan raib di tengah jalan.Tanabahnya, saat musyawarah berlangsung dari PNA cuma ” Saya sendiri orang yang hadir”, urainya lagi.

Kesimpulan hari itu berdasarkan hasil suara terbanyak, maka rekomendasi yang di keluarkan DPP PNA yang ditujukan kepada ketua fraksi PNA- PDA tidak mengakomodirnya. Jadi tiga nama sempat tercantum dalam surat rekomendasi fraksi itu, tidak benar seperti dikatakan Syamsudin, bahwa tidak ada sehelai surat pun. surat baru muncul setelah diambil keputusan fraksi, ujar Yahya. (*)