Lhokseumawe | Realitas – Sejumlah Kenderaan roda empat milik pribadi warga Aceh dan Sumatera Utara sejak menjelang lebaran Hari Raya Idul 1443 hingga kini sudah usai lebaran, namun masih terlihat ke deraan berpelat STNK putih lalang secara bebas.
Buktinya kata Husen AL warga Pekanbaru, Riau kepada Realitas Rabu, 18/05/2022, via WhatsApp mengaku tidak melihat ada kenderaan pelat putih seperti itu di Riau, tapi di Sumur dan Aceh terlihat ramai.
Akmal Piliang warga Simalingkar, Medan membenarkan kalau pelat warna dasar putih dengan huruf hitam mulai terlihat melintas di seputaran kota ini.
Hasil amatan media ini beberapa pekan terakhir ini, sepertinya hanya dua provinsi di Sumbagut yang mulai ramai bergaya menggunakan pelat putih pada kenderaan pribadi
Amatan mediarealitas.com sepanjang jalan negara Sumut-Aceh pada Selasa, (17/05/2022 2022), malam terlihat cukup banyak terlihat kenderaan roda empat jenis minibus maupun jenis pick up menggunakan pelat putih.
Biasanya pelat khusus warna putih ini digunakan sebagai plat kenderaan baru ke luar dari show room/dealer mobil, digunakan dalam masa percobaan (masa running/uji coba awal)saja, sambil menanti keluarnya plat permanen dari pihak kepolisian.
Namun terakhir ini ternyata banyak kenderaan usang pun ditemui plat putih di jalanan antar dua provinsi ini.
Sejumlah kenderaan lalu lalang atau terparkir terekam kamera mediarealitas.com, seperti di Banda Aceh, Pidie, di Aceh Utara, Aceh Timur, hingga ke Sumut.
Banyak pihak menduga, Aceh-Sumut adalah Pioner secara nasional dalam wacana penggunaan kenderan plat putih pribadi di Indonesia.
Fahmi NoerN’S menyebutnya di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok Tangerang Bekasi), tidak terlihat adanya kenderaan pelat putih seperti itu.Kenapa di Sumatera sudah ada ya, tanyanya?
Plat warna putih jenis BK (Sumut) dan BL (Aceh), banyak lalu lalang dan hilir mudik Aceh.
Sejauh ini belum ada penjelasan resmi daripada pihak berwenang apakah pekat putih resmi atau liar?. (*)


