IKLAN YARA

Saksi Kasus Korupsi Proyek Pengadaan Satelit Slot Orbit BT Diperiksa

oleh -31.579 views
Saksi Kasus Korupsi Proyek Pengadaan Satelit Slot Orbit BT Diperiksa
Jaksa Agung Prof Dr ST Burhanuddin SH MM

Jakarta | Realitas – Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer, Tim Penyidik Koneksitas melakukan pemeriksaan terhadap seorang saksi dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT), Kementerian Pertahanan 2012 sampai dengan 2021.

Saksi yang diperiksa yakni Laksamana Muda L selaku mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Baranahan Kemhan) periode 2015-2017, Kamis (12/5/2022).

Saksi L diperiksa terkait pengadaan ground segment oleh Navayo dan kontrak-kontrak bersama konsultan dalam pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT).

Dugaan Korupsi Impor Besi atau Baja

Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan RI memeriksa empat orang saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam Impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya Tahun 2016 – 2021.

Saksi-saksi yang diperiksa, DW selaku Analis Muda Barang Konsumsi pada Kementerian Perdagangan RI, diperiksa terkait proses perijinan impor baja.

TB selaku Kasubag Tata Usaha periode 2017-2018 dan Kasi Barang Aneka industri Periode 2018-2020 Direktorat Impor Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, diperiksa terkait proses perijinan impor baja.

AH selaku Direktur PT Prasasti Metal Utama, diperiksa terkait proses perijinan impor baja.

HT selaku Mantan Direktur PT Duta Sari Sejati (Importir), diperiksa terkait proses perijinan impor baja.

Dugaan Korupsi Kawasan Berikat dan KITE

Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan RI memeriksa seorang saksi Perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan fasilitas kawasan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas 2015-2021.

Saksi yang diperiksa EH selaku Direktur Utama PT Panasia Indosyntec. Diperiksa terkait dengan adanya keterangan dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan tekstil yang tutup akibat/terdampak dengan membanjirnya textile import.

Dugaan Korupsi Krakatau Steel

Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan RI memeriksa tiga orang saksi Perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan pabrik blast furnace oleh PT Krakatau Steel pada tahun 2011.

Saksi-saksi yang diperiksa SDS selaku Karyawan PT Krakatau Engineering, diperiksa tentang peranan saksi terkait penyetoran uang tunai sebanyak tujuh kali setoran tunai ke rekening FP (Direktur Bisnis dan Operasi I PTKE), di BCA KCP Cilegon dengan total nominal Rp 314.875.000 dalam kurun waktu 2013-2016.

BACA JUGA :   Janda Dirudapaksa Pemuda

MY selaku Project Procurement Manager PT Krakatau Engineering sejak 2013-2015 dan selaku Kepala Divisi Plt Penunjang Proyek sejak 2015-Maret 2018, diperiksa terkait bahwa saksi selaku Project Procurement Manager PT Krakatau Engineering sejak 2013-2015 dan selaku Kepala Divisi Plt Penunjang Proyek sejak 2015-Maret 2018, yang pada kedua jabatan tersebut.

Memiliki kewenangan dalam mengkoordinir Tim Procurement (Pengadaan Barang/Jasa), untuk memilih dan merekomendasi seluruh subkontraktor pada pekerjaan BFC Project dengan jumlah sekitar 500 sampai dengan 600 Subkontraktor (Vendor), dengan jumlah nilai keseluruhan kontrak sekitar Rp2,45 Triliiun.

RFL selaku Kepala Departemen BUMN dan NIA Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia tahun 2012, diperiksa bahwa saksi selaku Kadiv LPEI 2016-2019, dimana yang bersangkutan ikut berperan dalam proses pembiayaan, dalam proyek blast furnace PT Ks bersama bank sindikasi dan bank Himbara dengan limit fasilitas sebesar Tranche A : Rp.2.275.000.000.000,- dan Tranche B : USD 220.000.000,-.

Dugaan Korupsi Ekspor CPO dan Turunannya

Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan RI memeriksa lima orang saksi Perkara dugaan iindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya, pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022.

BACA JUGA :   Ngaku Aparat Polisi dan Tipu Perempuan Ratusan Juta Lewat Facebook

Perkara ini diduga melibatkan empat orang Tersangka, yaitu IWW, MPT, SM, dan PTS.

Saksi-saksi yang diperiksa EN selaku Direktur PT Jampalan Baru, diperiksa terkait jumlah minyak goreng yang dipesan ke Permata Hijau Group kemudian alur distribusi.

K selaku Analis Perdagangan pada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, diperiksa terkait mekanisme pengajuan izin ekspor ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

DM selaku Analis Perdagangan pada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, diperiksa terkait mekanisme pengajuan izin ekspor ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

AF selaku Analis Perdagangan pada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, diperiksa terkait mekanisme pengajuan izin ekspor ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

LCW alias WH selaku Penasehat Kebijakan/Analisa pada Independent Research & Advisory Indonesia, diperiksa untuk pemeriksaan lanjutan terkait penjelasan saksi dengan beberapa pihak kementerian, pihak pelaku usaha, pertemuan melalui zoom meeting yang berkaitan dengan permasalahan minyak goreng. (*)