IKLAN YARA

Lagi Bersihkan Sampah Diatas Rel Kereta Api, Bocah Ini Tertabrak

oleh -48.579 views
Lagi Bersihkan Sampah Diatas Rel Kereta Api, Bocah Ini Tertabrak
Foto di TKP
Penulis: Fadly PB
Editor: Rostani

 GOOGLE NEWS

Medan | Realitas – Seorang bocah yang berusia 10 tahun tewas usai tertabrak oleh kereta apa di Jl Tirtosari Ujung Kel Bantan Kec Medan Tembung, Jum’at (25/3/2022), korban diduga ditabrak lagi bersihkan sampah diarea setempat.

Korban diketahui bernama Gonjales Manalu tersebut tewas karena mengalami luka di bagian kepalanya.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol M Agustiawan saat ditanya wartawan mengatakan kalau kasus kecelakaan ditabrak kereta api ini, bermula dari korban membersihkan sampah di atas rel kereta yang berada di dekat kediamannya tersebut.

BACA JUGA :   Rapat Koordinasi TIMPORA Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan

Dari keterangan saksi, saat itu korban sedang membersihkan sampah plastik yang ada di atas rel kereta.

Namun tanpa disadarinya, kereta api tujuan Tembung-Medan yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menghantam tubuh bocah laki-laki tersebut, “papar Kompol Agustiawan yang didampingi Kasie Humas, Aiptu Basrah Mansyah.

BACA JUGA :   Gabungan Aktivis-Ormas Semangat Galangan Dana Gempa Cianjur

Tak pelak, tubuh pelajar itupun terpental dan langsung meninggal dunia akibat luka di bagian kepalanya. Selanjutnya warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi pihak kepolisian.

Menurut keterangan saksi tante korban bernama Leni Hp Manalu Hari Jumat 25 Maret 2022 Pukul : 16.30 sedang membersihkan sampah plastik diatas rel dan tiba-tiba sambil berlari korban yang naik keatas rel berteriak dengan mengatakan “Awas Bou Ada Kereta Api” namun kereta api tujuan Tembung-Medan malah menyambar korban sehingga korban terpental dan langsung meninggal dunia akibat luka dibagian kepala korban.

BACA JUGA :   Bantuan Gempa Cianjur Terus Mengalir di Mako PWI Bogor

Dalam peristiwa naas ini, pihak keluarga bermohon untuk tidak dilakukan Otoupsi terhadap jenazah korban dan membuat pernyataan untuk tidak dilakukan outopsi dan tidak keberatan. (*)