Warga Protes Pembangunan Jalur Kereta Api Dibangun Dekat Pemukiman

oleh -33.579 views
Warga Protes Pembangunan Jalur Kereta Api Dibangun Dekat Pemukiman
FOTO Ilustrasi

 GOOGLE NEWS

Lhokseumawe | Realitas – Warga Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe memprotes pembangunan jalur kereta api karena dibangun di tengah pemukiman penduduk.

Untuk itu, warga meminta kepada Pemko agar dipindahkan ke lokasi lain.

Selain dianggap mengganggu jalan warga setempat, juga untuk menghindari kecelakaan bagi masyarakat sekitar.

Tokoh Masyarakat Gampong Blang Naleung Mameh, Ridwan ZA secara terbuka mengungkapkan, warga mendukung dengan adanya pekerjaan atau pembangunan rel kereta api.

“Sebenarnya, kita mendukung pembangunan jalur kereta api untuk kemajuan daerah.

Tetapi, lokasinya jangan dekat dengan pemukiman warga yang sangat padat,” tegas Ridwan kepada Wartawan, Rabu (29/6/2022).

Ridwan meminta, Pemko Lhokseumawe mencari solusi untuk tukar guling lahan dengan PT KAI agar bisa merelokasikan ke tempat lain, yang lebih aman atau jauh dari pemukiman warga.

BACA JUGA :   Ditreskrimsus Tangkap Terduga Pelaku Penimbunan BBM

“Tujuannya untuk menghindari kecelakaan sebagaimana terjadi sebelumnya di Krueng Geukueh.

Lokasi yang dibangun ini merupakan kawasan padat penduduk,” sebutnya.

Ridwan menambahkan, apalagi jalur kereta api itu persis di pinggir jalan nasional Banda Aceh-Medan.

Sehingga akan sulit mengakses jalan bagi warga setempat, karena terhalang oleh jalur rel kereta api.

Sebaiknya, sambung Ridwan, dilakukan pelebaran jalan.

Meskipun tanah itu milik PT KAI, Pemko harus mencari solusi agar memberikan rasa kenyamanan untuk masyarakat.

“Artinya, kita bukan menolak terhadap pembangunan jalur rel kereta api khususnya di kawasan Blang Naleung Mameh.

Tetapi, pemerintah perlu mengkaji kembali terkait lokasi yang tepat untuk dibangun itu.

BACA JUGA :   Kios Kayu di Aceh Besar Ludes Terbakar

Ini kan lokasi padat penduduk, maka dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

Terlebih, banyak anak-anak karena sangat berdekatan dengan rumah warga,” pintanya.

Selain itu, tambah Ridwan, ini yang ketiga kalinya pembangunan jalur rel kereta api, sehingga warga menilai ini pekerjaan yang sangat mubazir.

“Ini pembangunan yang ketiga kali dengan hal yang sama.

Bagi warga, proyek ini mubazir dan sangat menganggu ketidaknyamanan warga sekitar,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Lhokseumawe, Muliyanto saat dikonfirmasi oleh Wartawan, Rabu (29/6/2022), mengatakan, pihaknya tidak mengetahui terkait pembangunan jalur kereta api itu.

Hingga saat ini, pihak terkait tidak pernah berkoordinasi dengan mereka.

BACA JUGA :   Santri Terseret Arus Pantai Wisata Trienggadeng

Menurutnya, selama ini pekerjaan itu dari PT KAI yang hanya berhubungan dengan Muspika Kecamatan Muara Satu.

“Sementara dengan Dinas Perhubungan Lhokseumawe itu belum pernah ada koordinasi,” tegasnya.

Memang, sebut Kadishub, jika dilihat dari kondisi sudah tidak layak lagi untuk dibangun rel kereta api di lokasi tersebut.

“Dengan kondisi saat ini sudah tidak layak lagi untuk dibangun rel kereta api di pemukikan padat penduduk,” jelasnya.

Jadi, sambungnya, pihaknya hanya bisa melihat dan menunggu bagaimana nanti ke depannya dampak pembangunan jalur kereta api itu.

“Ini kan wewenang dari Kementerian Perhubungan.

Jadi, ini semua tunduk ke pusat,” pungkasnya. (*)

Sumber : SI