JAKARTA | REALITAS – Sebuah rumah yang dijadikan gudang minyak goreng di Jalan Masjid Amalia, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, terbakar.
Kebakaran gudang minyak goreng ini terjadi di tengah kelangkaan minyak goreng dalam beberapa pekan terakhir.
Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan kebakaran dilaporkan pada Rabu (2/1/2022) pukul 00.41 WIB.
“Awalnya warga melihat asap dan api dari dalam rumah yang berada di lantai satu, kemudian langsung melapor ke pos pemadam,” kata Gatot di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (2/2/2022)
Banyaknya minyak goreng dalam gudang dengan luas sekitar 150 meter persegi membuat amuk si jago merah dalam waktu singkat membesar sehingga tidak mudah dipadamkan.
Sebanyak 19 unit mobil pompa berikut 95 personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur dikerahkan guna memadamkan kebakaran.
“Kita mulai pemadaman pukul 00.54 WIB, selesai pukul 03.50 WIB. Tidak ada warga yang menjadi korban karena saat kejadian gudang minyak goreng ini dalam keadaan tidak berpenghuni,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran gudang minyak goreng ini mengakibatkan kerugian materi Rp 600 juta.
Selain itu, dugaan sementara penyebab kebakaran yakni karena korsleting listrik.
Dia mengimbau warga waspada terhadap ancaman kebakaran, khususnya akibat korsleting yang jadi penyebab kebakaran paling banyak pada tahun 2021 dengan jumlah 193 kasus.
“Warga yang melaporkan kebakaran dan permintaan evakuasi bisa menghubungi WhatsApp Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur di nomor +628119197113,” tuturnya.
Diketahui, harga minyak goreng sempat melonjak tinggi di sejumlah daerah sebelum pemerintah memberlakukan satu harga Rp 14.000 per liter.
Namun, setelah ada kebijakan tersebut, minyak goreng di pasaran sempat mengalami kelangkaan lantaran diborong pembeli emak-emak.
Sumber: Tribun

