Petugas PLN Dipukuli Warga Usai Copot Meteran Listrik

oleh -182.759 views
Petugas PLN Dipukuli Warga Usai Copot Meteran Listrik
Petugas PLN Dipukuli Warga Usai Copot Meteran Listrik

REALITAS – Petugas PLN dipukul oleh warga setelah mencopot meteran listrik, aksi tersebut terlihat dalam sebuah rekaman video yang viral di media sosial.

Terlihat dalam rekaman video seorang pria diduga petugas putus sambung PLN tengah memegang sebuah meteran listrik.

Meteran listrik itu merupakan milik pelanggan yang baru saja diputus oleh petugas tersebut.

Didepannya terlihat seorang pria paruh baya tengah marah kepada petugas itu.

Pria yang tak mengenakan baju itu marah dan memprotes petugas PLN karena diangap melakukan pemutusan tak sesuai prosedur.

BACA JUGA :  Mawardi di Malaysia, Isteri Diduga Diperkosa oleh Perangkat Desa : Datangi Kantor YARA Langsa Minta Dampingi Ke Kantor WH dan Polres Aceh Timur

Namun aksi amukan pemuda itu kemudian dilerai oleh seorang ibu-ibu yang langsung menariknya masuk kedalam rumah.

Tidak sampai disana, seorang pria lainnya kembali datang dan mengamuk kearah petugas tersebut.

Prai itu mendesak petugas untuk segera memasang meteran itu.

Tidak diketahui bagaimana ending dari video ini.

Selain itu juga belum diketahui waktu dan lokasi kejadian pencabutan meteran listik ini.

“Sok jago, bayar listrik aja gak bisa,” tulis salah seorang warganet.

“Di mana-mana yang ngutang selalu lebih galak,” ujar salah satu warganet.

BACA JUGA :  Rencana Demo Dugaan Korupsi Videotron IAIN Langsa Mendadak Batal, Publik Pertanyakan Sikap ALASKA : Ketua YARA Langsa Desak Dirkrimsus Periksa Kasus Dugaan Korupsi Videotron

“Jangan ada kata damai. Maafkan tapi proses hukum harus tetap berjalan,” tulis warganet.

“Listrik akan diputus jika tidak bayar selama 3 bulan dan itu udah berlaku puluhan tahun, punya ibuku aja telat bayar beberapa hari suratnya turun kok,” komentar warganet.

“Lapor polisi mas, penganiayaan itu. Bawa video sebagai bukti,” saran warganet.

“Kalo warga model begini mending kasih meteran token aja. Supaya mikir. Harusnya gak usah marah-marah dan mengancam, bicarakan toh petugasnya manusia bukan genderuwo,” imbuh yang lain.

Sumber : Suara