Lhokseumawe | REALITAS – Sebanyak 36 Pengungsi rohingya dilaporkan kabur dari tempat karantina di BLK Kandang Lhokseumawe.
Mereka yang sebelumnya berjumlah 105 orang ini terdampar di Aceh, tepatnya di perairan Kabupaten Bireuen, 45 mil laut dari bibir pantai pada Minggu (26/12/2021).
Juru Bicara Satgas Penanggulangan Pengungsi Rohingya Lhokseumawe, Marzuki, Jumat (4/2/2022), menjelaskan, awalnya, jumlah Rohingya yang ditampung di BLK itu sebanyak 105 orang.
Sedangkan saat ini, jumlah yang teraisa di BLK hanya 72 orang lagi. Karena 36 diantaranya telah kabur.
Disebutkan juga, pelarian 36 rohingya dari BLK Kandang terjadi dalam lima tahap.
Pertama terjadi pada 18 Januari 2022, jumlah yang kabur delapan orang. Pada 30 Januari 2022, kabur empat orang. Lalu 31 Januari 2022, kabur sembilan orang.
Dari data yang ada, pada 30 Januari 2022, empat imigran berhasil kabur.
Selang sehari kemudian disusul sembilan imigran Rohingya lainnya meninggalkan kamp penampungan tersebut.
“Lalu, pada 1 Februari lalu ada delapan imigran yang kabur. Berikutnya pada 2 Februari imigran yang kabur. Kini, imigran yang tersisa tinggal 69 orang lagi,” kata Marzuki.
Marzuki mengatakan Pemerintah Kota Lhokseumawe mendesak lembaga PBB UNHCR untuk segera memindahkan imigran gelap tersebut ke lokasi penampungan permanen di Sumatera Utara.
“Setiap hari ada yang kabur dari kamp penampungan ini. Sebaiknya para imigran tersebut segera dipindahkan guna mengantisipasi adanya tindak pidana perdagangan orang yang melibatkan warga negara Indonesia,” ujar Marzuki.
Sumber : Serambi


