IKLAN YARA

Kasus SPPD Oknum DPRK Simeulue, 2,8 M Kerugian Negara

oleh -82.579 views
Kasus SPPD Oknum DPRK Simeulue, 2,8 M Kerugian Negara
Foto Istimewa
Penulis: Zulfadli
Editor: Rostani

Simeulue I Realitas – Kasus SPPD terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kabupaten Simeulue terdapat 2,8 miliar kerugian Negara.

Hal itu disampaikan oleh koordinator Aliansi Mahasiswa Rakyat dan Buruh (Amarah) Isra Fu’adi SH bersama perwakilan amarah lainnya waktu mendatangi Kejaksaan Negeri Simeulue untuk mempertanyakan hasil LHP BPK RI terhadap kasus SPPD Oknum DPRK Simeulue, Kamis (27/01/22).

Kasintel Kejari Suheri Wira, menyampaikan hasil LHP BPK RI kepada perwakilan Amarah, “Benar sudah diterimah oleh Kajari Simeulue pada tanggal 5 Januari di kantor BPK Perwakilan Aceh, Banda Aceh”.

BACA JUGA :   LPKEL Sesalkan Matinya Gajah Sumatra

“Hasil LHP BPK RI tersebut benar ada kerugian negara sebanyak 2.801.814.016,00 Milyar pada APBK tahun 2019”. ujar Suher

Ia juga menyampaikan bahwa kejari Simeulue saat ini sedang memproses untuk tahap selanjutnya.

Bahwa hasil LHP BPK RI tersebut menyebutkan di tahun anggaran 2019 pada sekretariat DPRK simeulue, Oknum anggota DPRK simeulue periode 2014- 2019 melakukan perjalanan dinas /sppd luar daerah ditemukan Fiktif dan Mark-up harga tiket serta hotel.

BACA JUGA :   Rumah Warga di Aceh Dilemparan Bom Melotov

Dengan adanya LHP BPK RI tersebut, sudah terpenuhinya alat bukti sebagaimana di atur dalam pasal 184 KUHAP, sehingga Koordinator Amarah Isra Fu’addi,SH menegaskan agar kasus ini segera di tuntaskan “Jelas ada kerugian negara pada LHP BPK RI, Artinya kasus ini semakin mengarah. segera pihak kejaksaan negeri Simeulue yang dinahkodai oleh bapak R.Hari Wibowo segera menetapkan tersangka dari hasil BPK RI tersebut”.

Sehingga adanya kepastian hukum dan dapat meninggkatkan publik trush ( kepercayaan publik ) masyarakat terhadap Kejaksaan RI terkhusus Kejari Simeulue