IKLAN YARA

Hakim Tolak Suntik Mati Nelayan di Aceh Karena Melanggar HAM

oleh -52.579 views
Hakim Tolak Suntik Mati Nelayan di Aceh Karena Melanggar HAM
Safaruddin, penasihat hukum Nazaruddin Razali
Editor: Sumardi

Lhokseumawe I Realitas – Permohonan sintuk mati seorang nelayan di Lhokseumawe Aceh, ditolak oleh Hakim tunggal Pengadilan Negeri Lhokseumawe.

Putusan penolakan permohonan suntik mati dibacakan hakim tunggal Budi Sunanda pada sidang di Pengadilan Negeri Lhokseumawe pada hari, Kamis (27/1/2022).

Pemohon suntuk mati Nazaruddin Razali (59), warga Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tidak hadir ke persidangan, namun diwakili penasihat hukumnya Safaruddin.

“Menolak permohonan suntik mati yang diajukan pemohon Nazaruddin Razali, mengingat dan menimbang tidak ada aturan atau dasar hukum yang mengatur tentang permohonan tersebut,” ujar Budi Sunanda.

BACA JUGA :   Kebakaran Suzuya Mall Banda Aceh Karena Gagalnya Sistem Elektrikal

Hakim Budi Sunanda mengatakan suntik mati melanggar hak asasi manusia karena sebagai upaya perbuatan menghilangkan nyawa seseorang dan merupakan tindak pidana yang diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Permohonan suntik mati atau eutanasia adalah suatu tindakan dilarang di Indonesia dan juga dilarang agama.

Oleh karena itu, permohonan suntik mati diajukan pemohon ditolak,” ujar hakim.

Safaruddin, penasihat hukum Nazaruddin Razali, mengatakan masih pikir-pikir atas putusan hakim tunggal yang menolak permohonan suntik mati yang diajukan kliennya.

“Setelah ini, kami akan musyawarah terlebih dahulu dengan pemohon dan masyarakat Waduk Pusong Lhokseumawe untuk upaya hukum selanjutnya,” ucapnya.

Safaruddin mengatakan pihaknya diberi waktu selama 14 hari untuk menentukan apakah menerima hasil putusan hakim atau akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Menurut dia, dalam amar putusan, hakim menyebutkan Waduk Pusong Lhokseumawe, tempat usaha ikan keramba pemohon, sudah tercemar limbah merkuri, meski masih dalam ambang batas.

BACA JUGA :   Petani Aceh Temukan Dua Mortir

Jika benar tercemar limbah, kata Safaruddin, pihaknya menyayangkan kinerja dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe yang terkesan membiarkan waduk tersebut tercemar limbah.

“Seperti ada pembiaran terhadap pencemaran air waduk. Jika memang benar dan ada bukti kami akan melaporkan dinas tersebut ke polisi atas dugaan pencemaran lingkungan,” ujar Safaruddin.

Sumber : Antara