Dampak Perkembangan Anak yang Bekerja Di Bawah Umur

oleh -263.759 views
Dampak Perkembangan Anak yang Bekerja Di Bawah Umur

Langsa I Realitas – Anak merupakan sebuah harapan, hadiah, sekaligus anugerah yang terindah yang diberikan oleh Allah untuk setiap pasangan yang ingin memiliki keluarga bahagia. Anak yang berusia dari 0 sampai 6 tahun adalah anak yang masih termasuk ke dalam usia dini sedangkan di luar negeri berusia 0-8 tahun, pada masa di umur tersebut anak masih tergolong pada masa keemasan, dimana rasa ingin tahu anak terhadap sesuatu hal itu sangat tinggi.

Di Indonesia merupakan sebuah Negara yang memiliki undang-undang untuk melindungi setiap anak-anak yang mengalami suatu peristiwa seperti perlindungan anak terhadap kekerasan, perlindungan anak tentang pendidikan, perlindungan anak tentang kesehatan serta perlindungan anak di bawah umur yang tidak boleh bekerja. Di Negara ini sendiri membuat sebuah peraturan tentang anak yang belum genap berusia 18 tahun masih dikatakan sebagai anak di bawah umur yang dilarang oleh pemerintah untuk tidak boleh bekerja sampai batas usia 18 tahun ke atas yang diperbolehkan untuk bekerja layaknya orang dewasa bekerja. Namun peraturan tersebut masih belum mampu melindungi setiap anak-anak yang ada di Negara ini, bahkan seharusnya anak-anak bisa menganyam pendidikan dengan baik, bisa bermain selayaknya usianya kini banyak anak yang bekerja. Menghabiskan usia kanak-kanaknya dengan mencari uang demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perkembangan anak merupakan perubahan yang dialami setiap individu baik itu tentang biologis, psikologis, emosional, sosial yang terjadi pada manusia dari awal kelahiran hingga menuju kedewasaan. Setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda-beda dalam setiap perkembangan nya tergantung pola asuh yang diajarkan dan diberikan dari orang tua, asupan makanan dan lingkungan yang sangat dekat dengan anak. sehingga perkembangan anak sangat penting diperhatikan.

Anak di bawah umur yang harus bekerja untuk menghidupi kehidupannya.

Anak-anak yang di bawah umur sudah bekerja memiliki risiko yang cukup besar terhadap perkembangannya ke depan, dan akan berdampak pada pendidikan, kesehatan bahkan terhadap lingkungan sosialnya.

Salah satunya seorang anak laki-laki yang saya temui sedang bekerja bernama firman. firman usianya baru menginjak 12 Tahun yang harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Sepulang sekolah di setiap harinya firman harus bekerja di tempat penyucian sepeda motor yang berada tidak jauh dari rumahnya. Tanpa pernah mengeluh firman selalu semangat saat melakukan pekerjaannya, pekerjaan yang dilakoninya pun suda hampir cukup lama yaitu selama satu tahun lamannya. Walaupun dengan upah yang tidak begitu banyak dia dapatkan namun dia tidak pernah menyerah untuk setiap mimpi, cita-cita dan masa depan yang lebih baik.

Firman tidak pernah merasa malu atas apa yang dia kerjakan, dan walaupun dia tidak memiliki waktu yang banyak seperti teman-temannya yang dengan mudah bermain, liburan atau bahkan les privat yang mahal seperti teman-temannya firman tidak merasa iri dengan hal tersebut. Firman adalah salah satu dari ribuan anak yang ada dinegara ini yang kurang beruntung dan menjadi bukti nyata bahwa faktor ekonomi yang menimpa keluarganya dapat menghilangkan masak kanak-kanak yang begitu indah.

Dampak Perkembangan Anak yang Bekerja Di Bawah Umur
Dampak Perkembangan Anak yang Bekerja Di Bawah Umur

Dampak dari anak-anak yang bekerja di bawah umur dapat mengakibatkan pada perkembangan fisik dan kesehatan pada anak, berdampak pada perkembangan sosial emosional anak dan berdampak perkembangan pendidikan pada anak.

  1. Dampak perkembangan fisik dan kesehatan pada anak.

Secara fisik anak lebih rentan dibandingkan orang dewasa karena fisik mereka masih dalam masa pertumbuhan. Anak yang bekerja di bawah umur dapat mempengaruhi perkembangan kesehatan fisik mereka karena pekerjaan yang mereka lakukan dapat menimbulkan kecelakaan maupun penyakit.

  1. Dampak perkembangan sosial pada anak.

Anak yang bekerja di bawah umur secara sosial emosional anak akan mendapatkan dampak yang buruk seperti dampak emosi yang timbul berupa anak menjadi pemarah, kasar terhadap teman, pendendam dan kurang memiliki rasa kasih sayang terhadap orang lain. dampak sosial yang timbul pada anak berupa tidak ada kesempatan untuk bisa bermain dengan teman, kurang percaya diri, dan anak mengalami masalah dalam interaksi atau menjalani kerja sama dengan orang lain.

  1. Dampak perkembangan pendidikan.

Anak yang sudah bekerja di bawah umur dapat mempengaruhi pendidikannya seperti tidak bisa fokus lagi dalam belajar, lebih mementingkan mencari uang ketimbang sekolah dan bahkan sampai tidak melanjutkan pendidikan karena tidak mempunyai biaya.

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa anak adalah sebagai potensi dan generasi muda yang berhak berkewajiban untuk melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa dan menjamin eksistensi bangsa dimasa depan. Untuk mewujudkan harapan dan cita-cita tersebut merupakan kewajiban dan tugas orang yang terdekat dengan anak seperti keluarga, guru dan generasi berikutnya untuk memberikan pengarahan, pembinaan, kesempatan seluas-luasnya untuk generasi yang ingin mau maju.

Editor : Bunga