IKLAN YARA

YARA Laporkan Perusahaan Perkebunan di Singkil ke KPPU

oleh -41.489 views
YARA Laporkan Perusahaan Perkebunan di Singkil ke KPPU
UPDATE CORONA

Singkil I Realitas – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, melaporkan perusahaan Perkebunan yang tidak melaksanakan komitmen membangun kebun plasmanya, terdapat dua perusahaan yang di laporkan adalah: Terlapor dalam Laporan pengaduan ini yakni PT. Runding Putra Persada, dan PT. Al-Kautsar.

Sebelumnya, kata Safar, dalam rilis yang di terima media ini, Jumat (12/11/21). Melalui Kaya Alim ketua YARA perwakilan Aceh Singkil.

Pemerintah Kabupaten Singkil telah menyurati perusahaan perkebunan di Aceh Singkil untuk melaksanakan kewajiban membangun kebun plasma sebagaimana telah di atur dalam peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA :   4 Polisi Diperiksa Terkait Penganiayaan yang Tewaskan Warga di Aceh

Kemudian, di tindak lanjuti dengan membuat suatu pertemuan di Sumatera Utara antara Pemerintah Kabupaten, DPRK Aceh Singkil dengan lima belas perusahaan perkebunan yang ada di Aceh Singkil, yang juga di hadiri oleh Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kabupaten Aceh Singkil, Kaya Alim.

Lanjut Safar, Bahwa dalam pertemuan yang digelar di Kota Medan saat itu, disepakati bahwa seluruh perusahaan perkebunan akan melaksanakan kewajibannya membangun 20 persen kebun plasma dari total areal HGU nya, dan komitmen itu di tuangkan dalam suatu kesepakatan yang di tandatangani bersama.

BACA JUGA :   Polda Aceh Ungkap Peredaran 133 Kg Sabu Jaringan Indonesia-Malaysia

Dari seluruh Perusaahaan Perkebunan di Aceh Singkil sampai saat ini, hanya ada dua perusahaan yang belum menandatangani kesepakatan tersebut, dan oleh karena itu YARA melaporkan kedua perusahaan tersebut ke KPPU Kantor Wilayah I Sumatera Utara.

Sesuai dengan Peraturan pemerintah Nomor 17/2013, KPPU memiliki kewenangan untuk mengawasi dan menegakkan hukum atas pelaksanaan kemitraan antarpelaku usaha besa dengan UMKM.

“Oleh karena itu, kami melaporkan dua perusahaan perkebunan tersebut ke KPPU agar dapat di awasi dan di tegakkan hukum sesuai dengan kewenangan yang di miliki oleh KPPU,” ucap Safar.

Laporan dari YARA, tersebut di terima langsung oleh Rhandli Pratama Pasaribu, Investigator utama bidang Penegakan Hukum Kanwil I KPPU. (red).