IKLAN YARA

Tukang Sayur di Wonogiri Rudapaksa Pacarnya yang Masih SMP

oleh -37.489 views
Tukang Sayur di Wonogiri Rudapaksa Pacarnya yang Masih SMP
Tukang Sayur di Wonogiri Rudapaksa Pacarnya yang Masih SMP
UPDATE CORONA

Wonogiri I Realitas – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Wonogiri, Jawa Tengah menjadi korban rudapaksa.

Korban diketahui berinisial C (15), dirudapaksa oleh pacarnya, BAS (24).

Pelaku merupakan seorang pedagang sayur.

Aksi bejat pelaku itu dilakukan di rumah kosong yang berada di depan rumah korban.

Modusnya, pelaku merayu korban agar mau datang ke rumah kosong untuk ngobrol.

Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto mengatakan, korban dan pelaku merupakan warga Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

BACA JUGA :   Jadi Kurir Sabu, Remaja 16 Tahun di Langsa Diciduk Polisi

“Kejadian kurun waktu bulan September 2021. Korban disetubuhi di sebuah rumah yang sedang kosong di depan rumah korban,” kata dia, Senin (15/11/2021).

Kapolres menjelaskan, terungkapnya kasus ini pada bulan Oktober 2021.

Saat itu, korban mengalami sakit panas yang kemudian dibawa ke dokter.

Oleh dokter, dijelaskan korban hanya mengalami sakit gejala thypus.

BACA JUGA :   Dua Remaja Asal Bandung Curi Kotak Amal Untuk Foya-Foya

Namun seminggu kemudian korban sering mual dan muntah.

Saat itu, ibu korban merasa curiga dengan korban.

Setelah ditanya, anaknya mengaku bahwa sering dirudapaksa oleh BAS dan akhirnya melaporkan perkara itu ke Polres Wonogiri.

“Modusnya korban dirayu agar mau datang ke rumah yang sedang kosong. Pelaku mengaku hanya akan berbincang, namun akhirnya melakukan persetubuhan,” terang Dydit.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang Republik Indonesia no 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000.

BACA JUGA :   24 Tahanan LPKA Jambi Lari, 19 Berhasil di Tangkap 5 Lagi Hilang Jejak

Sementara itu, pelaku yang saat itu dihadirkan di hadapan awak media mengaku tidak memaksa korbannya untuk melakukan persetubuhan itu.

“Sebanyak lima kali, itu kan (korban dan pelaku) pacaran,” ujar BAS singkat. (*)

Source: Trb