IKLAN YARA

Nolak Diajak Kencan, Nyawa Wanita Ini Melayang

oleh -294.489 views
Kencan
UPDATE CORONA

Wonogiri I Realitas – Kalap gara-gara ajakan untuk bercinta ditolak, seorang pria di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah tega membunuh teman kencannya.

Korban yang diketahui seorang wanita penghibur ditemukan penuh luka di lantai dapur rumah warga di Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Korban pertama kali ditemukan oleh N (40) saat pulang dari rumah ibunya, Minggu (27/6/2021) pukul 13.00 WIB.

Tak butuh waktu lama setelah penemuan jasad korban, polisi menangkap Soko (57), terduga pelaku pembunuhan Karmila.

Soko ditangkap anggota Polres Wonogiri di depan Stasiun Gubeng Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

Ternyata mayat seorang wanita bukan pria.

Sebelumnya, Polres Wonogiri merilis jasad yang ditemukan istri siri pemilik rumah adalah pria bernama Soko.

“Jadi setelah diautopsi di RSUD dr Muwardi Solo ternyata korbannya adalah seorang perempuan bernama Karmila alias Mila,” kata Paur Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono pada Senin (28/6/2021).

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, korban berprofesi sebagai wanita penghibur di Pasar Purwantoro.

Iwan menambahkan, kecocokan identitas korban juga diketahui dari keterangan yang diberikan pihak keluarga.

“Ditambah lagi bukti foto yang diberikan keluarga juga sama,” kata dia.

Iwan menjelaskan, korban ditemukan oleh N yang merupakan istri siri pelaku, ia curiga rumah suaminya dalam keadaan terkunci.

N kemudian membuka pintu rumah dengan menggunakan kunci cadangan.

Saat berhasil masuk ke dalam rumah, N terkejut saat melihat ada bercak darah di lantai.

BACA JUGA :   Penembakan Seorang Ustaz di Tangerang, Diduga Sudah Dipantau Lama

“Keadaan pintu terkunci dan membuka pintu menggunakan kunci cadangan, melihat ada bercak darah di lantai rumahnya langsung mencari suaminya,” kata Iwan.

Saat ditemukan, korban sudah tidak sadarkan diri dengan posisi tertelungkup dan penuh luka.

“Mengetahui kondisi korban, saksi teriak dan minta bantuan ke tetangga,” tambah Iwan.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, petugas menemukan beberapa luka pada tubuh korban.

“Korban didapati luka sobek pada punggung sebelah kiri, kepala bagian belakang kiri, serta leher depan,” ujarnya.

Tersangka Soko nekat menghabisi nyawa korban lantaran ajakannya untuk bercinta ditolak.

Padahal, tersangka sudah memberi uang kepada korban.

“Jadi motifnya sementara korban diajak berkencan tidak mau, lalu pelaku sakit hati karena merasa sudah mengasih uang kurang lebih Rp 300.00 kepada korban,” jelas Iwan.

Masih dikatakan Iwan, korban yang menolak diajak berkencan membuat tersangka naik pitam.

Dalam kondisi terpengaruh alkohol, tersangka kemudian menghabisi nyawa korban.

“Tersangka membunuh korban dengan menikamnya sebanyak delapan kali dengan menggunakan satu buah sabit,” kata dia.

Setelah membunuh korban, tersangka Soko melarikan diri ke arah Jawa Timur.

Saat ditangkap polisi menyita ponsel milik korban yang dibawa tersangka dan sabit yang digunakan Soko untuk menghabisi Karmila.

Polisi bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan pria tewas bersimbah darah di Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

Hasil otopsi, korban dugaan pembunuhan terkunci di dalam rumah itu ternyata bukan pria.

BACA JUGA :   Markas Komplotan Pengedar Sabu di Tengah Kebun Kopi Blitar Terkuak

Tetapi wanita berinisial K (53), warga Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri.

Terungkap dari Hasil Autopsi

Paur Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, membenarkan akan identitas korban pembunuhan itu.

“Hasil otopsi RS Muwardi Solo korban berjenis kelamin perempuan, dengan identitas K,” jelasnya pada Senin (28/6/2021).

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, dia berprofesi sebagai wanita penghibur di Pasar Purwantoro.

Diduga Terkait Percintaan

Selain itu, korban diduga berselingkuh seseorang.

Dia menambahkan, kecocokan identitas juga diketahui dari keterangan yang diberikan keluarga.

“Ditambah lagi bukti foto yang diberikan keluarga juga sama,” ujarnya.

Korban pertama kali ditemukan di rumahnya di Sigereng RT 04 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro Minggu (27/6/2021) sekitar pukul 13.00 WIB,

“Keadaan pintu terkunci dan membuka pintu menggunakan kunci cadangan, melihat ada bercak darah di lantai rumahnya langsung mencari keberadaan suaminya,” jelasnya

Diketahui korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup dan tidak sadarkan diri.

“Belum sempat melihat secara detail kaget, saksi teriak dan minta bantuan ke tetangga belum,” ujarnya.

Luka di Tubuh

Dari hasil otopsi, menunjukan korban memiliki luka-luka di sekujur tubuhnya.

“Ada luka sobek, robek dan tusuk di tubuhnya,” tegasnya.

Ketiga luka itu yakni sobek pada punggung sebelah kiri panjang luka 15 cm dan dalam 4 cm.

Kedua luka robek pada kepala bagian belakang kiri hingga rahang sebelah kiri, dan luka tusuk pada leher depan.

BACA JUGA :   Polisi Terus Buru Pelaku Penembakan Ketua Majelis Taklim di Tangerang

Saat ini proses penyelidikan dan dilakukan pengejaran pelaku oleh pihak kepolisian, penerapan Pasal 338 KUHP terhadap tindak pidana pembunuhan yang disengaja.

“Masih kita dalami, terkait pembunuhan korban maupun kemungkinan lain,” tegasnya.

Polisi menduga kasus tewasnya pria Soko (57) di dapur rumahnya adalah kasus pembunuhan.

Kejadian itu menimpa pair Soko (57), warga Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya N (40) Minggu (27/6/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

Paur Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, menjelaskan penemuan korban saat saksi (istri korban) pulang dari rumah ibunya.

“Keadaan pintu terkunci dan membuka pintu menggunakan kunci cadangan, melihat ada bercak darah di lantai rumahnya langsung mencari korban (suaminya),” jelasnya.

Diketahui korban, saat ditemukan oleh saksi sudah tidak sadarkan diri dengan posisi tertelungkup.

“Mengetahui kondisi korban, saksi teriak dan minta bantuan ke tetangga,” ujarnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, petugas mendapati beberapa luka pada tubuh korban.

“Korban didapati luka sobek pada punggung sebelah kiri, kepala bagian belakang kiri, serta leher depan,” ungkapnya.

Barang bukti juga mengamankan pihak kepolisian yakni berupa, sebilah sabit yang terdapat bercak darah, sebuah kalung emas yang terputus, dan cincin emas.

Saat ini proses penyelidikan dan dilakukan pengejaran pelaku oleh pihak kepolisian.

“Masih kita dalami, terkait dugaan pembunuhan maupun kemungkinan lain,” tegasnya.

Source