IKLAN YARA

Parah, Guru Ngaji di Padang Tega Cabuli Para Bocah di Musala

oleh -43.489 views
Parah, Guru Ngaji di Padang Tega Cabuli Para Bocah di Musala
Parah, Guru Ngaji di Padang Tega Cabuli Para Bocah di Musala
UPDATE CORONA

Padang I Realitas – Seorang guru ngaji berinisial SH di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ditangkap polisi. Bukan tanpa alasan, pria yang sehari-hari sebagai penjaga musala itu diduga mencabuli bocah usia delapan tahun di musala.

“Perbuatan asusila pelaku terbongkar setelah korban melapor kepada orang tuanya. Korban mengaku kerap dicabuli pelaku setiap belajar mengaji di dalam musala,” kata Kanit Reskrim Polsek Lubuk Kilangan, Iptu Nofridal, Jumat (12/11/2021).

Tak terima dengan perbuatan pelaku, kata Nofridal, orang tua korban langsung melapor ke polisi. Berbekal dari laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Tak lama, anggota mendatangi sebuah musala di Lubuk Kilangan.

BACA JUGA :   Viral! Pria Asal Deliserdang Menempelkan Al-Quran di Kemaluan

“Kami menangkap pelaku usai mendapatkan laporan dari salah satu orang tua korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Lubuk Kilangan, Iptu Nofridal.

Ia menjelaskan, tindakan pria tersebut diketahui setelah salah satu muridnya melaporkan tindakan itu pada orang tuanya.

BACA JUGA :   Lagi, Pengungsi Afghanistan Bakar Diri di Medan

Diketahui pula, korban pencabulan guru ngaji ini masih berumur 8 tahun.

“Orang tua korban pun melaporkan tindakan pelaku pada kami. Setelah melakukan penyelidikan, pelaku ditangkap di musala tempat ia bekerja,” jelas dia.

Tidak hanya sampai disana, demi mengungkap kejahatan seksual si pelaku, polisi melakukan penyelidikan lebih dalam.

“Saat ini pelaku sudah ditahan untuk menjalani proses hukum,” ujar Nofrial.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Lubuk Kilangan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku sudah melakukan aksi kejahatannya beberapa kali.

BACA JUGA :   Miris, Pembangunan Tower Ilegal Terus Meningkat di Kabupaten Bogor

“Dari pengakuan pelaku, aksi pencabulan sudah dilakukan berulang kali,” kata dia.

Parahnya, korbannya tidak hanya satu anak saja.

“Pencabulan dilakukan terhadap tiga orang anak dan di tiga lokasi berbeda,” kata Nofridal.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 tentang Undang-Undang Perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (*)