IKLAN YARA

Mengejutkan Kasusnya Polisi Ini Pantas Dipecat

oleh -37.489 views
Mengejutkan Kasusnya Polisi Ini Pantas Dipecat
UPDATE CORONA

Pontianak I Realitas – Mengejutkan kasusnya Polisi ini pantas di pecat, diketahui Dwi Yandi salah seorang Satlantas yang bertugas di Polres Pontianak diberhentikan dengan tidak hormat lantaran dia sudah melanggar kode etik Profesi Polri.

Brigadir Dwi Yandi resmi dipecat, Senin (22/11/2021).

Dwi Yandi menerima sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Andi Herindra menjelaskan PTDH tersebut sesuai keputusan sidang Kode Etik Profesi Polri.

“Diberhentikannya personel Polresta Pontianak Kota tersebut sudah melalui proses yang cukup panjang melalui sidang Kode Etik Profesi Polri dengan keputusan PTDH,” terangnya, Selasa (23/11/2021).

BACA JUGA :   Ortu dan Siswa di Dompu Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Guru

Dwi Yandi terbukti melanggar Pasal 7 Ayat 1 huruf B, Pasal 10 Huruf F, dan Pasal 11 huruf C peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Serta Pasal 13 Ayat 1 dan Pasal 14 Ayat 1 huruf B Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

Sementara itu, kasus pencabulan anak di bawah umur oleh Brigadir Dwi Yandi tersebut terjadi pada Selasa, 15 September 2020 lalu.

BACA JUGA :   4 Polisi Diperiksa Terkait Penganiayaan yang Tewaskan Warga di Aceh

Aksi pencabulan tersebut bermula ketika seorang siswi SMP atau remaja perempuan berusia 15 tahun melakukan pelanggaran lalu lintas.

Kala itu, korban bersama temannya mengendarai sepeda motor dan kedapatan melanggar lalu lintas di Jalan Imam Bonjol-Tanjungpura, Pontianak.

Kemudian, Dwi Yandi mengamankan korban ke kantor polisi namun tak berselang lama dia malah membawanya ke sebuah hotel.

Teman korban lantas melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua korban.

BACA JUGA :   Terlibat Narkoba, Oknum Polisi Ditangkap di Hotel Bersama Teman Wanita

Setelah itu, orang tua korban langsung bergegas membuat laporan ke polisi.

Kombes Andi mengaku tak ingin lagi kehilangan anggotanya apalagi melalui proses PTDH.

Namun dengan pertimbangan dan keputusan pimpinan serta sebagai langkah konkret Polri dalam menegakkan hukum kepada siapa saja, dia harus melakukannya.

Andi meminta kepada seluruh jajarannya untuk meminimalisir pelanggaran sekecil apapun dan berharap PTDH ini menjadi yang terakhir kalinya.

Sumber : kompas