IKLAN YARA

Mengaku Anggota BIN, Pria Pematang Siantar Tipu Pengusaha Griya Pijat

oleh -49.489 views
Mengaku Anggota BIN, Pria Pematang Siantar Tipu Pengusaha Griya Pijat
Ilustrasi
UPDATE CORONA

Pematang Siantar | Realitas – Mengaku anggota Badan Intelijen Negara (BIN) pria ini menipu sorang pengusaha griya pijat di Sumut.

Diketahui pria berinisial LFS alias Lambas mengaku sebagai anggota (BIN) menipu pengusaha griya pijat di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut) bernama Hendi.

Kemudian kasus ini terbongar usai griya pijat itu digerebek petugas.

Direskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada awak media, mengatakan aksi penipuan itu berawal dari tindakan penggrebekkan yang dilakukan personel Subdirektorat Perlindungan Perempuan dan Anak (Renakta) di griya pijat milik Hendi pada pekan lalu.

BACA JUGA :   Miris, Pembangunan Tower Ilegal Terus Meningkat di Kabupaten Bogor

Di mana dalam penggrebekkan itu, sejumlah terapis griya pijat itu ditahan polisi.

Lambas yang mengetahui penggrebekkan itu kemudian menghubungi Hendi dan menyatakan kesanggupannya membebaskan para terapis tersebut.

Kemudia Lambas yang mengaku kepada Hendi sebagai anggota BIN itu pun meminta uang senilai Rp35 juta untuk membebaskan para terapis.

“Pemilik terapis kemudian mengirim uang senilai Rp35 juta ke rekening BCA atas nama Lilis Elisabeth Manullang.

BACA JUGA :   KSJ Apresiasi Pelayanan RSUD Batu Bara Dibawah Pimpinan Dr. Wahyu

Lilis diketahui teman dari Lambas. Uang dikirim dua kali. Pertama Rp30 juta dan kedua Rp5 juta.

Yang Rp5 juta katanya untuk biaya operasional para tersangka,” kata Tatan, Rabu (10/11/2021).

Setelah mengirimkan uang, ternyata para terapis tak kunjung keluar.

Hendi pun lantas membuat pengaduan ke Polres Pematangsiantar.

“Pemilik terapis meminta kepada penyidik untuk memblokir rekening atas nama Lilis.

Ternyata uang yang Rp30 juta sudah sempat diambil para tersangka dan uangnya sudah dibagikan kepada kepada Irfan dan Lilis,” ujarnya.

BACA JUGA :   Viral! Pria Asal Deliserdang Menempelkan Al-Quran di Kemaluan

Atas kejadian ini, petugas Ditreskrimum Polda Sumut langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka Lambas dan dua rekannya.

“Tersangka Lambas ini dulu pernah bekerja di salah satu bank.

Dia ditangkap di Jalan Medan-Binjai. Sedangkan Irfan sebagai supir dan Lilis sebagai ibu rumah tangga,” katanya.

Sementara itu, tersangka Lambas sendiri mengaku kalau uang Rp.30 juta itu telah dibagikan kepada kedua rekannya.

“Tidak ada sama polisi,” ucapnya. (*)