IKLAN YARA

BPOM Sebutkan 18 Kosmetik Berbahaya Terbaru, Cek Bisa Daftarnya

oleh -20.489 views
BPOM Sebutkan 18 Kosmetik Berbahaya Terbaru, Cek Bisa Daftarnya
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis daftar kosmetik berbahaya terbaru periode Juli-September 2021.

Setidaknya terdapat 18 kosmetika berbahaya mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) atau bahan dilarang yang berbahaya bagi kesehatan.

Temuan tersebut berdasarkan hasil sampling dan pengujian yang dilakukan selama periode Juli hingga September 2021. 

Badan POM kembali menegaskan agar pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

Masyarakat juga diimbau agar lebih waspada, serta tidak menggunakan produk–produk kosmetik berbahaya.

Daftar kosmetik berbahaya temuan BPOM

Daftar kosmetik berbahaya periode Juli-September 2021 temuan BPOM dirangkum dari laman resmi BPOM:

KISSUN Skin Clarifying Age Defence Cream
Extica – Fabulous Matte Lipstick#12 Morange
Extica – Fabulous Matte Lipstick#112 Vibrant Rose
Extica – Fabulous Matte Lipstick#09 Tulip Red
PAKALOLO Lipstick 05
PAKALOLO Lipstick 12
PAKALOLO Lipstick 03
PAKALOLO Lipstick 06
PAKALOLO Lipstick 10
PAKALOLO Lipstick 11
PAKALOLO Lipstick 07
PAKALOLO Lipstick 09
PAKALOLO Pressed Powder – Light Color (01)
PAKALOLO Pressed Powder – Skin Color (02)
PAKALOLO Pressed Powder – Light Tan (03)
PAKALOLO Pressed Powder – Natural Color (04)
PAKALOLO Pressed Powder – Light Brown (05)
PAKALOLO Pressed Powder – Brown (06)

BACA JUGA :   Kasus Novia Widyasari, Golkar : Ungkap Tuntas Pihak-Pihak Terlibat

5 Tips Memilih Produk Kosmetik Halal

Dilansir dari laman LPPOM MUI, berikut 5 tipsnya.

1. Perhatikan komposisi bahan utama

Masing-masing produk memiliki komposisi bahan utama yang berbeda-beda dengan bahan-bahan turunan yang semakin kompleks.

Sehingga selain bahan halal dan non halal, terdapat produk dengan bahan yang dikategorikan mashbooh atau perlu ditelusuri lebih lanjut.

Secara umum, produk yang terbuat dari bahan utama tumbuhan atau botanical ingredients, secara natural adalah halal, kecuali produk yang telah tercampur dengan enzim dari hewan.

2. Menggunakan produk kosmetik yang dijamin halal

Kemudian, hal kedua yang bisa kamu lakukan saat akan membeli suatu produk kosmetik adalah memeriksa logo halal yang umumnya tercantum pada label kemasan produk.

BACA JUGA :   Penangkapan dan Hasil Pemeriksaan Siskaeee yang Pamer Organ Intim

Pastikan logo yang tercantum merupakan logo halal MUI, karena adanya logo ini menunjukkan bahwa produk telah melalui pemeriksaan dan penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika MUI (LPPOM MUI).

Sehingga dipastikan produk yang kamu akan beli terbebas kontaminasi dari bahan najis atau non halal.

Kabar baiknya, kini sudah banyak produk kosmetik yang telah bersertifikat halal MUI.

3. Bersertifikat legal

Selain memperhatikan logo halal dan kandungan yang terdapat di dalamnya, pastikan juga produk yang dipilih legal.

Sertifikasi kelegalan suatu produk dapat dilihat dicantumkannya nomor pendaftaran di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kode pendaftaran untuk produk kosmetik lokal adalah CD, sedangkan untuk produk impor memiliki kode CL.

 4. Tidak semua produk alami itu halal

Jika saat memeriksa produk kosmetik dan menemukan bahan alami sebagai salah satu komposisi utama, kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu.

BACA JUGA :   Polri Gelar Operasi Kemanusiaan Aman Nusa II Tanggulangi di Jatim

Faktanya, produk yang mengklaim dirinya terbuat dari 100% alami tidak menjamin kehalalannya, karena ekstrak hewan pun termasuk alami.

Apalagi, kini sejumlah produsen kosmetik semakin lihai dalam menyembunyikannya yakni dengan menggunakan istilah tersembunyi seperti “protein”, untuk menggantikan “plasenta”.

Berikut beberapa nama teknis dan nama paten yang biasa terdapat dalam komposisi kosmetik yang termasuk dalam bahan yang dikategorikan mushbooh, karena biasanya berasal dari hewan.

Di antaranya berupa allantoin (alantoin), asam amino, cholesterol, kolagen, colours/dye, cystine (sistina), elastine, gelatine (gelatin), glycerine (gliserin), hyaluronic acid (asam hialuronat), hydrolysed animal protein, keratin, lanolin, lypids, oleic acid (asam oleat), stearic acid (asam stearat), stearyl alcohol, tallow (lemak hewan), dan vitamin A.

5. Memperhatikan nama dan alamat produsen

Nama dan alamat produsen umumnya akan terlihat pada label kemasan produk, hal ini mengindikasikan mudahnya akses bagi konsumen untuk memperoleh informasi lanjutan mengenai produk bersangkutan. (*)

Source:Trb