IKLAN YARA

Tanjung Enim Semakin Gersang Akibat Pohon Mulai Ditumbangkan

oleh -7.489 views
Tanjung Enim Semakin Gersang Akibat Pohon Mulai Ditumbangkan
Tanjung Enim Semakin Gersang Akibat Pohon Mulai Ditumbangkan
UPDATE CORONA

Tanjung Enim | Realitas – Daerah Tanjung Enim semakin memanas pasalnya pohon sudah mulai di tumbangkan.

Dalam pantauan awak media dan masyarakat, kondisi penebangan pohon-pohon tersebut terlihat terjadi di kota Batubara Tanjung Enim, pada hari Jum’at (08/10/2021).

Dengan pengawasan Kepala UPT Dishub Lawang Kidul Adil Makmur yang turun bersama anggotanya untuk mengatur lalu lintas, juga terlihat pengawas dari pihak PT. Bukit Asam Heri, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasar Amri, dan Babinsa Lekson, termasuk pihak kontraktor pelaksananya pada hari, Selasa (12/10/2021).

Pengawas dari PTBA, Heri mengatakan bahwa penebangan pohon-pohon di sepanjang jalan Bedeng Kaca tersebut tidak lain untuk pelebaran jalan ke arah Plaza Saringan atau Pasar Tradisional.

“Tentunya nanti akan kita tata, kemudian kita percantik, sehingga lingkungan di sini terlihat indah dan lebih rapi, ini semua untuk mendukung Tanjung Enim Kota Wisata.

BACA JUGA :   Pj. Bupati Muara Enim Lantik Edi Sutisna, SP Sebagai Lurah Tanjung Enim

Nanti kalau sudah selesai pedestrian ini, akan kita tata ulang, dan diberi pot bunga hias, agar lebih cantik dan indah yang selama ini terlihat sempit dan kumuh,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala UPT Dishub Lawang Kidul, Adil Makmur. “Progres yang dilaksanakan PTBA ini tentu kita apresiasi dan support.

Kita akan turunkan staf Dishub untuk membantu mengatur lalu lintas, sehingga kemacetan tidak terjadi. Kita bersinergi dengan pihak PTBA dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa Kelurahan Pasar Tanjung Enim,” jelas Adil.

Menebang Harus Ada Ijin Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muara Enim, Kurmin menyampaikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka

Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP), Pasal 14, Ayat 3, bahwa Penebangan pohon di RTHKP Publik dibatasi secara ketat dan harus seizin Kepala Daerah.

BACA JUGA :   Pj. Bupati Muara Enim Lantik Edi Sutisna, SP Sebagai Lurah Tanjung Enim

Menurut Kurmin, pohon sangat penting manfaatnya. Pohon-pohon itu tidak boleh sembarang ditebang, dan boleh dirapikan.

“Untuk apa maksud penebangan pohon tersebut, karena RTHKP itu berperan sebagai paru-paru kota, mendatangkan oksigen, mencegah banjir, dan menyerap debu,” terang Kurmin.

Idealnya Dirapihkan, Tidak Perlu Ditebang

Atas kondisi tersebut, Ketua Paguyuban Masyarakat Tanjung Enim (PMTE), Bagus SK menyampaikan tanggapannya.

“Penebangan pohon tentunya tidak bisa semaunya. Ada aturannya, karena menyangkut aspek hajat kehidupan di masa depan.

Fungsinya sebagai paru-paru kota, filter polusi, penyerap debu, mencegah banjir, dan perindang lingkungan, apalagi di daerah tambang seperti Tanjung Enim ini.

Alasan pelebaran jalan untuk penataan trotoar/pedestrian di kawasan Bedeng Kaca, idealnya tidak harus dengan penebangan pohon-pohon yang ada, cukup dirapikan, karena fungsinya tersebut, apalagi pohon-pohon tersebut sudah membawa kemanfaatan bagi lingkungan sekitar.

BACA JUGA :   Pj. Bupati Muara Enim Lantik Edi Sutisna, SP Sebagai Lurah Tanjung Enim

Dikatakan, nanti akan digantikan dengan bunga hias di dalam pot, tentunya memprihatinkan.

Tanjung Enim sebagai Kota Batubara tentunya lebih membutuhkan pohon-pohon rindang, daripada bunga-bunga hias dalam pot. Ironis pemikiran seperti itu,” ujar Bagus.

Dia menambahkan, penebangan pohon Ini jangan dianggap persoalan sepele, ini persoalan lingkungan dan masa depan.

Pembangunan dan penataan kota tidak selalu harus membabat habis pohon-pohon yang sudah puluhan tahun ditanam, dengan fungsinya jelas untuk kehidupan masa depan.

Mari membangun dengan berwawasan lingkungan. Ya, suhu Tanjung Enim, sebagai daerah tambang batubara, bisa semakin nyelekit udaranya, dengan penebangan pohon-pohon besarnya itu,” tandas Bagus. (M Umar)