Aceh Singkil | Realitas – Memperingati Lahirnya hari santri (HSN) tidak terlepas dari semangat juang ulama , diantaranya KH Hasyim Asy’ari di masa penjajahan 1945 disemangati resolusi jihat.
Ucapan Resolusi Jihat bukan sebuah bahasa atau kata-kata begitu saja, tapi mengandung makna yang luar biasa yang disampaikan oleh santri.
Hal itu ditegaskan Sekdakab Aceh Singkil Drs. Azmi dalam Amanahnya pada upacara memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke 7 berlangsung dengan khidmat di Dayah Haqiqah Desa Pasar Singkil, Kecamatan Singkil, Jumat (22/10/2021).
Sekda Azmi mengatakan, Pada tahun 1945 pada masa itu kolonial Belanda ingin memasuki untuk menjajah kembali bangsa indonesia, melalui organisasi NICA.
Pada masa itu lahir lah Resolusi Jihat yang dikumandangkan dan dprotokoli oleh ulama besar kita KH Hasyim Asy’ari sehingga semangat yang menyala bagi bangsa Indonesia dengan resolusi jihad NICA tidak dapat becokol di Indonesia.
” Pada tahun 2015 lahirlah Hari Santri Nasional oleh presiden Republik Indonesia Jokowi Dodo yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober setiap tahunnya”, ungkap Azmi.
Lebih lanjut Azmi menegaskan, pada saat ini kita sedang berusaha dan berjuang segenap jiwa dan raga untuk mengusir pandemi covid-19, yang sedang merusak sendi kehidupan bangsa Indonesia.
Bangsa kita sedang terancam oleh virus covid-19 maka pemerintah melahirkan aturan aturan untuk meng antisipasi untuk menjaga keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia yaitu; Melalui Perpres No.11 tahun 2020 dan terakhir Perpres No.50 tahun 2021 untuk mencegah penyebaran virus covid-19.
Dikesempatan itu Azmi juga mengajak para ulama-ulama, tokoh-tokoh adat dan Santriawan/i untuk mendukung program vaksinasi agar semuanya kita sehat di Aceh Singkil, hapranya. (Rostani)


