IKLAN YARA

TikTok versi Cina Batasi Penggunaan Aplikasi di Bawah 14 tahun

oleh -16.489 views
TikTok versi Cina Batasi Penggunaan Aplikasi di Bawah 14 tahun
Seorang pria memegang telepon berjalan melewati tanda aplikasi TikTok perusahaan ByteDance China, yang dikenal secara lokal sebagai Douyin, di Pameran Produk Buatan Internasional di Hangzhou, provinsi Zhejiang, Cina 18 Oktober 2019. Gambar diambil 18 Oktober 2019. REUTERS/Stringer/ File
UPDATE CORONA

MEDIAREALITAS.COM – Kali ini Aplikasi video pendek China Douyin, versi China dari TikTok, mengatakan pada hari Sabtu 18 September 2021 bahwa semua pengguna yang diautentikasi di bawah usia 14 tahun sekarang akan mengakses aplikasi dalam “mode remaja”, dalam dorongannya untuk melindungi kaum muda dari konten yang tidak pantas.

Dalam mode remaja, pengguna di bawah 14 tahun hanya dapat mengakses aplikasi hingga 40 menit sehari, dan hanya antara pukul 6 pagi hingga 10 malam, Douyin, yang dimiliki oleh ByteDance yang berbasis di Beijing, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Tindakan untuk melindungi kaum muda adalah yang paling ketat dalam sejarah platform tersebut, ujar Douyin.

Regulator China telah memperketat cengkeraman mereka atas internet tahun ini, mengawasinya karena pelanggaran nilai-nilai inti sosialis.

Pihak berwenang secara khusus menyerukan agar anak di bawah umur lebih terlindungi dari bahaya online termasuk pemujaan selebriti internet yang “buta” dan “kacau”.

Aplikasi pesan sosial populer WeChat, yang dimiliki oleh Tencent (0700.HK), juga memiliki “mode remaja”, yang ketika diaktifkan, membatasi akses pengguna muda ke beberapa permainan dan fungsi seperti pembayaran atau kemampuan untuk menemukan teman terdekat.

Apa yang dimaksud dengan aplikasi TikTok?

TikTok adalah jejaring sosial yang tengah hits dan disukai banyak orang, dari yang muda hingga dewasa, saat ini. Lewat media ini, kita bisa berbagi video pendek dengan durasi 15 detik yang diisi dengan nyanyian, tarian, dan berbagai filter kreatif. Kreativitas kita akan diuji lewat konten yang kita buat

Sumber : (Reuters)