IKLAN YARA

Indonesia Butuh UU Perlindungan Data Pribadi Cegah Kebocoran Data

oleh -42.489 views
Indonesia Butuh UU Perlindungan Data Pribadi Cegah Kebocoran Data
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Pimpinan DPR RI angkat bicara mengenai kebocoran 1,3 juta data pribadi pengguna pada aplikasi electronic-Health Alert Card (eHAC) yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Adapun dugaan kebocoran data itu disampaikan oleh para peneliti siber dari vpnMentor yang menemukan kebocoran data dari aplikasi tersebut. 

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai saat ini Indonesia butuh regulasi dan peraturan yang dapat melindungi data masyarakat Indonesia, yaitu dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). 

BACA JUGA :   Kemkominfo Gandeng Gojek Guna Percepat Transformasi Digital

“Kita memang sudah memerlukan yang namanya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Nah ini masih dibahas dan masih terjadi komunikasi yang intens antara Komisi I dan Kominfo dalam rangka merealisasikan UU PDP,” kata Dasco saat dijumpai oleh wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/9/2021) tadi. 

BACA JUGA :   Kemkominfo Gandeng Gojek Guna Percepat Transformasi Digital

Untuk diketahui, saat ini DPR melalui Komisi I masih menunggu lebih lanjut terkait sikap pemerintah untuk kelanjutan pembahasan RUU PDP. 

Sebab, ada beberapa perbedaan pandangan mengenai lembaga yang akan menjalankan Undang Undang tersebut. 

Namun Dasco menyebut bahwa saat ini Komisi I DPR terus berkomunikasi secara intens dengan pemerintah untuk menemukan jalan keluar pembahasan RUU PDP tersebut. 

“Mudah-mudahan apabila kemudian itu sudah ada maka kebocoran-kebocoran seperti data pribadi seperti beberapa waktu yang lalu dan terakhir ini di bandara itu bisa dioptimalisasi,” pungkas Dasco pada hari Rabu . (*)

Source:Trb