IKLAN YARA

Bupati Ramli Sesalkan Kejadian Prostitusi di Aceh Barat, Suruh Satpol PP Tutup Paksa Tempat Penginapan

oleh -31.489 views
Bupati Ramli Sesalkan Kejadian Prostitusi di Aceh Barat, Suruh Satpol PP Tutup Paksa Tempat Penginapan
UPDATE CORONA

Meulaboh I Realitas – Bupati Aceh Barat Ramli MS berang terkait adanya tempat prostitusi Meulaboh, di tengah pelaksanaan syariat Islam di Aceh dan khususnya Kabupaten Aceh Barat.

Kondisi tersebut membuat dirinya sebagai pimpinan daerah cukup menyesalkan kejadian tersebut.

Sehingga meminta tempat-tempat penyedia wanita malam atau wanita penghibur untuk dicabut izin dan ditutup paksa.

Karena telah melakukan pelanggaran syariat Islam.

Dalam jumpa pers dengan wartawan di Kantor Satpol PP dan WH di Meulaboh, Senin (13/9/2021).

Terlihat amarah Bupati Aceh Barat Ramli MS memuncak memarahi mucikari dan para wanita malam tersebut.

Karena ulah mereka merusak nama baik daerah atas perbuatan melanggar Syariat Islam.

Dalam kesempatan itu, bupati memperlihatkan mucikari dan wanita malam kepada wartawan.

Sementara empat orang wanita yang ditangkap oleh Satpol PP dan WH dalam kasus dugaan prostitusi, pada Minggu (12/9/2021) di sebuah penginapan di jalan Gajah Mada, Meulaboh tersebut masing-masing YM (23) dan Ang (24), warga Johan Pahlawan.

BACA JUGA :   Kades Bimtek Ke Sumut, AMPES: Buang-buang Duit

Berikut JN (30) warga Johan Pahlawan, Mr (25) dari Tadu Raya, Nagan Raya dan An (24) warga Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Sementara penyedia fasilitas untuk para wanita malam tersebut atan nama AS (25) warga Kecamatan Johan Pahlawan.

Dari keempat wanita tersebut satu diantaranya berstatus masih memiliki suami, dan tiga orang lagi merupakan para janda semua.

“Yang sangat kita sesalkan adanya tempat-tempat penampungan, ini harus benar-benar ditindak.

Kalau tidak ada yang memfasilitasi dan menyediakan tempat tidak mungkin mereka datang,” ungkap Bupati Aceh Barat, Ramli MS kepada wartawan, Senin (13/9/2021) dalam jumpa pers di Kantor Satpol PP dan WH di Meulaboh menyangkut kasus prostitusi.

Ia memerintahkan Satpol PP dan WH serta pihak terkait lainnya untuk menutup penginapan Wisma Montella di jalan Gajah Mada, Meulaboh.

BACA JUGA :   Wakili Kapolda Aceh, Karo Ops Buka Latpraops Patuh Seulawah 2021

Hal ini terkait adanya dugaan sebagai penyedia wanita malam yang dikoordinir oleh salah salah seorang mucikari di sana.

“Semua tempat usaha penginapan yang ditemukan pelanggaran Syariat Islam akan kita cabut izin dan ditutup paksa,” tegas Bupati Ramli MS.

Sementara empat orang wanita yang ditangkap di penginapan di Jalan Gajah Mada akan dilakukan pembinaan degan syarat membuat pernyataan diatas materai dan dijemput oleh orang tua masing-masing.

“Mereka boleh pulang asal dijemput oleh orang tuanya, dan untuk mucikari akan akan dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Disebutkan, para pelaku prostitusi tersebut merupakan para pendatang, masing-masing dari Medan, Aceh Selatan dan Aceh Besar dan Nagan Raya.

“Kita tidak akan membiarkan adanya pelanggaran Syariat Islam yang sedang kita galakkan saat ini, dan semua tempat penginapan akan dilakukan pengintaian.

BACA JUGA :   Abu Alex Minta Usman Abdullah, Laporkan Janda Yang Mengaku Pernah Tidur di Pendopo Ke Polisi

Sehingga jika ditemukan masalah yang sama tentunya akan segera ditindak dengan mencabut izin dan menutup paksa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Ramli MS juga melihat langsung satu orang mucikari dan empat orang wanita yang diduga sebagai wanita penghibur yang ditangkap di di wisma di Jalan Gajah Mada Meulaboh.

Bupati terlihat geram dengan para mucikari dan para wanita malam tersebut yang dinilai telah merusak pelaksanaan syariat Islam di Aceh Barat dengan perbuatan mereka itu.

“Kita minta kepada Satpol PP dan WH untuk meningkatkan pengawasan terkait mengantisipasi terjadinya perbuatan pelanggaran syariat islam di Aceh barat, dan kita diperintahkan untuk menutup tempat prostitusi itu,” ujarnya.

Sumber : si