IKLAN YARA

Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan Surat Vaksin dan Hasil Swab Covid-19

oleh -78.489 views
Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan Surat Vaksin dan Hasil Swab Covid-19
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Polisi berhasil mengungkap sekaligus menangkap dua pelaku pemalsuan surat vaksin dan hasil swab test Covid-19.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan menjelaskan dua pelaku yaitu berinisial AI selaku pemilik fotokopi dan HH sebagai karyawan fotokopi telah menjadi tersangka.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat, pelaku AI yang beralamat di Jl. Raya Industri, Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, menyediakan jasa pembuatan kartu vaksin dan hasil pemeriksaan rapid antigen dan antibodi palsu, jelas KombesPol Hendra saat dikonfirmasi, Selasa (3/8/2021).

BACA JUGA :   Polda Riau Gelar Ops Patuh Lancang Kuning 2021

KombesPol Hendra melanjutkan kemudian, tim opsnal mendatangi tempat itu guna melakukan serta klarifikasi informasi tersebut. Selanjutnya, didapati bahwa pelaku AI dan HH (karyawan) memiliki file scan dan softcopy dari kartu vaksin, dimana merupakan hasil pemeriksaan rapid antigen dan antibodi di dalam komputernya.

Selanjutnya HH dan AI berikut barang bukti diamankan ke Polres Metro Bekasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku membuat dokumen tersebut dengan cara, men-scan dokumen asli dari pelanggan lalu disimpan untuk kemudian diedit keterangan yang ada di dalamnya menggunakan photoshop dan dijual ke orang yang memerlukannya, atau mengubah waktu pembuatan dan masa berlaku yang tertera di surat hasil pemeriksaan rapid (antigen dan antibodi), papar KombesPol Hendra.

BACA JUGA :   Jokowi Salurkan 20 Ton Jagung Kepada Peternak di Blitar

“Kegiatan jasa pembuatan kartu vaksin dan hasil pemeriksaan rapid antigen dan antibodi palsu tersebut dilakukan oleh saudara AI dan Sdr HH sejak bulan Juni 2021,”sambung KombesPol Hendra.

Masih dari keterangan KombesPol Hendra, tarif dari pembuatan dokumen tersebut sebesar Rp. 15.000- 25.000/lembar. Keuntngan yang sudah diperoleh selama ini sebesar Rp.240.000.

BACA JUGA :   Markas Komplotan Pengedar Sabu di Tengah Kebun Kopi Blitar Terkuak

“Pelaku bakal dijerat dengan Pasal 32 Jo pasal 48 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 35 Jo pasal 51 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 263 ayat 1 KUHPidana, Pasal 268 ayat 1 KUHPidana,” tutur KombesPol Hendra.

Sekedar informasi, selain Kapolrestro Bekasi, turut mendampingi dalam keterangan persnya antara lain Kasat Reskrim Andi Ondang S.I.K, Kanit Krimsus AKP Ichwan S.I.K; dan jajaran Satreskrim Polrestro Bekasi. (*)