Pembukaan Program Pelatihan WBP Lapas Kelas II A Banda Aceh

oleh -213.759 views
Pembukaan Program Pelatihan Bagi Warga Binaan Lapas Kelas II A Banda Aceh
Pembukaan Program Pelatihan Bagi Warga Binaan Lapas Kelas II A Banda Aceh

Banda Aceh I Realitas – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banda Aceh pada hari ini Rabu (25/8/2021) melaksanakan pembukaan dan penandatangan MoU program pelatihan kemandirian untuk 16 warga binaan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kalapas Banda Aceh Said Mahdar dan Kepala BLK Kota Banda Aceh Rahmad Faisal, ST di ruang Kegiatan Kerja Lapas Banda Aceh.

Pelatihan Mobile Training Unit (MTU) yang diberikan berupa program pelatihan mengerjakan Finishing dan Teknik Semprot I.

Kalapas Banda Aceh berharap “dengan adanya program pelatihan ini, warga binaan untuk gigih dan bersungguh-sungguh dalam mengikutin program pelatihan ini agar dapat menjadi bekal yang dapat dijadikan dasar keterampilan yang bermanfaat dan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

BACA JUGA :  Mawardi Didampingi Kuasa Hukum Datangi Kantor Satpol PP/WH Aceh Timur Pertanyakan Dilepas Nursalamah Yang Diduga Berzina Dengan Kepala Dusun

 

Kita juga berterima kasih kepada pihak Balai Latihan Kerja Kota Banda Aceh atas kerjasamanya, semoga kedepat kita dapat meningkatkan kerjasama lainnya.”

Kepala Balai Latihan Kerja Kota Banda Aceh juga mengungkapkan kesan pada acara Pembukaan “Saya sangat tidak menyangka keadaan dan kondisi Lapas Banda Aceh yang sekarang ini sangat nyaman dan menarik, tidak terlihat seperti penjara.

BACA JUGA :  Mawardi di Malaysia, Isteri Diduga Diperkosa oleh Perangkat Desa : Datangi Kantor YARA Langsa Minta Dampingi Ke Kantor WH dan Polres Aceh Timur

Saya yakin warga binaan sangat nyaman berada di Lapas Banda Aceh”. “Saya berharap program pelatihan ini berjalan hingga ke tahap produksi hingga memiliki unit usaha seperti yang sudah berjalan di Lapas Banda Aceh Pembuatan Roti Kayna LaBanda.”

Sementara itu, Kasi Kegiatan Kerja Arkadius, SH menuturkan bahwa kegiatan pelatihan tersebut akan dilaksanakan selama 33 hari.

Kegiatan di akhiri dengan penyematan secara simbolis oleh Kalapas dan Kepala BLK kepada peserta pelatihan serta ditutup dengan doa dan photo bersama. (*)