IKLAN YARA

Ketua Komisi III Sebut Kapolda Sumsel Cuma Berpikir Positif Soal Akidi Tio

oleh -49.489 views
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery meminta agar semua pihak tidak menyalahkan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri setelah meminta maaf terkait sumbangan fiktif Akidi Tio senilai Rp 2 triliun.

Meski begitu, Herman meminta pihak kepolisian, khususnya Polda Sumsel, lebih waspada lagi ke depannya berkaitan dengan sumbangan.

“Saya minta kepada semua pihak untuk tidak serta-merta menyalahkan Kapolda Sumsel karena, sebagai pengayom dan pelayan masyarakat, beliau berpikiran positif kepada setiap anak bangsa yang beriktikad baik untuk berbuat bagi masyarakat,” kata Herman saat dihubungi, Kamis (5/8/2021).

BACA JUGA :   Prediksi QPR vs Birmingham - EFL Championship 29 September 2021

Herman menyebut mekanisme yang dilakukan Kapolda Sumsel dalam merespons sumbangan memang kurang tepat. Namun, menurutnya, itu persoalan yang sangat teknis.

“Bahwa mekanisme yang ditempuh kurang cerdas sehingga sepertinya tertipu, itu soal lain dan sangat teknis,” ucapnya.

Karena itulah, dia meminta pihak kepolisian lebih cermat lagi ke depannya. Politikus PDIP ini juga meminta agar ini juga menjadi pembelajaran bagi Polri, khususnya Polda Sumsel.

“Atas apa yang sudah terjadi, biarlah menjadi pelajaran bagi kita semua, termasuk pihak Polda Sumsel, untuk ke depan lebih waspada,” ujarnya.

Kapolda Sumsel Minta Maaf

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri buka suara terkait sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Eko langsung meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Secara pribadi saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya jelas kepada Bapak Kapolri, pejabat utama Mabes Polri, anggota Polri se-Indonesia, dan masyarakat Sumatera Selatan,” kata Eko membuka konferensi pers di Polda Sumsel, Kamis (5/8/2021).

Dia juga meminta maaf kepada tokoh agama, Gubernur Sumsel Herman Deru, hingga Danrem Garuda Dempo Brigjen TNI Agus karena ikut terlibat dalam kasus tersebut.

BACA JUGA :   Polri Kirim 100 Resimen Vaksinator Covid-19 ke PON XX Papua

“Tokoh agama, Gubernur, dan Danrem yang ikut terlibat dalam kegaduhan ini,” imbuh Kapolda.

Eko menilai kegaduhan itu berasal dari dirinya. Dia mengaku tidak hati-hati terhadap rencana bantuan Rp 2 triliun yang akhirnya menimbulkan kegaduhan.

“Kegaduhan ini tentu karena kesalahan saya sebagai individu, sebagai manusia biasa, dan saya mohon maaf.

Ini terjadi karena ketidakhati-hatian saya selaku individu ketika mendapat informasi awal,” katanya. (*)

Sumber: (Dtc)