IKLAN YARA

Hari Ini, Kilas Balik 5 Peristiwa Penting pada 9 Agustus

oleh -72.489 views
Hari Ini, Kilas Balik 5 Peristiwa Penting pada 9 Agustus
UPDATE CORONA

Solo I Realitas Selisih dua hari, Jepang kembali dihujani bom atom pada 9 Agustus 1945. Usai Hiroshima pada 6 Agustus, pada 9 Agustus giliran Nagasaki yang diguncang bom atom Amerika Serikat.

Peristiwa bom atom di Nagasaki menjadi satu dari banyaknya peristiwa penting yang terjadi pada 9 Agustus baik yang terjadi di Indonesia maupun dunia.

Berikut ini 5 peristiwa penting pada 9 Agustus:

  1. Dibangunnya Menara Pisa, Italia
Menara Miring Pisa, Italia

Menara miring Pisa dibangun pada 9 Agustus 1173 di Distrik Tuscany, Pisa, Italia.

Awalnya, menara lonceng katedral ini dibangun vertikal seperti gedung pada umumnya. Namun, lambat laun menara ini miring dengan sendirinya.

Pembangunan Menara Pisa dibagi dalam tiga tahap dengan memakan waktu 200 tahun.

Pembangunan Menara Pisa rampung pada 1372. Menara ini menjadi salah satu warisan budaya di dunia dari UNESCO.

2. Pramuka Gelar Jambore Dunia ke-2

Pramuka menggelar jambore dunia kedua pada 9 hingga 17 Agustus 1924. Jambore dunia pramuka kedua tersebut digelar Ermelunden, sebuah kota di bagian utara Denmark, Copenhagen.

BACA JUGA :   Tengkorak Yang Ditemukan di Kebun Karet, Korban Adalah Warga Gedubang Aceh

Jambore Dunia ini diikuti 14 negara. Pada acara jambore ini diadakan kegiatan kompetisi kepanduan terdiri dari tes keterampilan scouting, tes stamina, inspeksi perkemahan, kebersihan, kedisiplinan, hingga hiking.

Jambore ini dibuka secara langsung oleh Raja Christian X dari Denmark, Rear-Admiral Carl Carstensen. Kepanduan pramuka laki-laki dari Amerika ‎memenangkan kompetisi dalam jambore ini.

3. Pengeboman Nagasaki oleh Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) menyerang Kota Nagasaki, Jepang ‎pada 9 Agustus 1945. Penyerangan dilakukan dengan menjatuhkan bom atom dari pesawat pengebom milik Amerika B-29 salah satu ke pelabuhan terbesar di Jepang itu.

Sebuah pukulan telak bagi Jepang, setelah pada 6 Agustus 1945, bom atom juga menewaskan puluhan ribu orang di Hiroshima. 

Dua kota itu jadi target sekutu karena merupakan pusat industri di Negeri Matahari Terbit.

BACA JUGA :   Restorasi Gambut Berjalan Baik Di Riau, BRGM RI Berikan Sosialisasi Rehabilitasi Mangrove

‘Little Boy’ adalah nama bom atom yang dijatuhkan di Hirosima, sedangkan yang di Nagasaki dinamakan ‘Fat Man’.

Nagasaki merupakan kota terpenting pada saat Perang Dunia II.

Dalam insiden tersebut tercatat 39.000 hingga 80.000 orang tewas.

Korban tewas akibat bom atom tersebut mayoritas masyarakat sipil. Pasca-pengeboman tersebut, Jepang menyerah kepada sekutu pada 16 Agustus 1945.

Pada 2 September, Jepang menandatangani penyerahan diri yang juga sebagai akhir dari perang dunia kedua.

4. Singapura Merdeka dari Malaysia

Singapura resmi meraih kemerdekaannya dari Malaysia pada 9 Agustus 1965.

Awalnya, Singapura merupakan bentuk kerajaan yang kemudian didirikan oleh Britania Raya atau Inggris pada 6 Februari 1819.

Singapura lantas bergabung dengan Malaysia pada 16 September 1963 dan resmi berpisah pada 9 Agust‎us 1965. Pasca-merdeka dari Malaysia, Singapura dipimpin oleh Presiden Yusof Bin Ishak. 

5. Persiapan Kemerdekaan Indonesia Mulai Dilaksanakan

Peristiwa dua kota di Jepang yakni Hiroshima dan Nagasaki dibom atom tentara Sekutu pimpinan Amerika Serikat (AS) pada awal Agustus 1945 menjadi momentum bagi Indonesia menggenjot persiapan kemerdekaannya.

BACA JUGA :   Kapolresta Pimpin Apel gelar Operasi Patuh lancang Kuning 2021 di Mako Polresta Pekanbaru

Pada saat Nagasaki dibom atom, 9 Agustus 1945, dua tokoh pergerakan Indonesia itu bersama mantan Ketua BPUPKI Radjiman Wedyodiningrat sedang melakukan perjalanan rahasia ke Dalat, Saigon, Vietnam.

Mereka akan menemui Panglima Angkatan Darat Jepang wilayah Asia Tenggara, Jenderal Terauchi.

Sebelumnya, pada 6 Agustus saat Hiroshima dibom atom, dua tokoh pergerakan Indonesia, Sukarno dan Muhammad Hatta, sedang sibuk dalam sidang Badan Persiapan Usaha Penyidik Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang kemudian diubah menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Soekarno, Bung Hatta dan Radjiman harus menempuh perjalanan berbahaya untuk menemui Jenderal Terauchi.

Mereka diantar Letnan Kolonel Nomura dan Miyosi sebagai penerjemah dengan 20-an perwira Jepang yang lain. (*)

Source: Kps