IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

Hak Milik Nasabah PT Asuransi Jiwasraya Tidak Boleh Diambil Alih

oleh -190.579 views
Hak Milik Nasabah PT Asuransi Jiwasraya Tidak Boleh Diambil Alih

 GOOGLE NEWS

Jakarta I Realitas – Nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mendorong pihak penegak hukum untuk mengungkap kasus mega korupsi di Jiwasraya se jelas-jelasnya dan terang benerang.

Menurut MACHRIL,SE bahwa kasus PT. Jiwasraya bukan saja kasus mega korupsi tetapi ada kasus salah kelola/mismanagement yang awalnya hanya gagal bayar sebesar 802 Milyar pada oktober 2018.

Di lanjutkan pada perusahaan “tanpa jualan” sampai tahun 2020 dengan laporan keuangan Asset tersisa 15,72 T sedangkan liabilitas atau kewajiban perusahaan 54,36 T dan memiliki ekuitas negatif hingga 38,74 T, katanya kepada media CEO Group di Jakarta, Kamis tanggal 19 Agustus 2021.

BACA JUGA :   Gubernur Papua Lukas Enembe Sakit Tak Bisa Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

MACHRIL,SE mengatakan, Kejadian yg menyakitkan adalah program restrukturisasi Jiwasraya yang memotong Polis nasabah 3 versi potongan : 29%, 31% dan 41% sisanya di angsur selama 5 tahun. Jika tanpa potongan (hair cut) di angsur pembayarannya selama 15 tahun tanpa diberi manfaat atau bunga,tambahnya.

BACA JUGA :   Rupanya Lukas Enembe Memiliki Tambang Emas di Papua

“Tindakan tersebut adalah perbuatan sewenang-wenang yang mengambil alih hak milik pribadi dan di dalam UUD 1945 Bab Xa Hak Asasi Manusia pasal 28H (4) sudah dilarang, ” katanya

” Padahal dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea 4 Pemerintah Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, ‘ katanya.

“Makna dari Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2021 – kita semua coba kembali kepada UUD 1945 dan mengimplementasikan nya.

BACA JUGA :   Rupanya Ledakan Di Asrama Polisi Sukoharjo Bukan Bom Tapi Petasan

Jangan sampai timbul kesan bahwa Nasabah Jiwasraya belum merdeka masih terbelenggu dan hanya berupa selogan semata, katanya

” Saran kami buat Pejabat yg berkuasa di per silahkan membaca kembali UUD 1945.

Mudah mudahan amanah dan ingat selalu kepada rakyat. Bukan cuma membaca melainkan mengimplementasikan,” ujarnya. (dody)