IKLAN YARA

Cek Mad Dipanggil Kajari Terkait Proyek Waduk Krueng Keureuto

oleh -87.489 views
Cek Mad Dipanggil Kajari Aceh Utara Terkait Proyek Waduk Krueng Keureuto
Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib atau yang sering disapa Cek Mad
UPDATE CORONA

Lhokseumawe I Realitas – Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara memanggil Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib atau yang sering disapa Cek Mad guna meminta penjelasan terkait tertundanya pembangunan Waduk Krueng Keureuto yang merupakan proyek strategis nasional.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara Diah Ayu Hartati di Aceh Utara, kepada Wartawan Selasa, (10/8/2021) mengatakan pemanggilan kepada daerah itu dilakukan untuk membahas persoalan pembangunan Waduk Krueng Keureuto yang tertunda selama dua tahun akibat sengketa hak garap lahan masyarakat.

BACA JUGA :   Ditpamobvit Polda Aceh Gelar Vaksinasi Massal dan Bagi Ratusan Bansos

Dilansir Antara pembangunan Waduk Krueng Keureuto merupakan proyek strategis nasional.

Proyek ini mangkrak sekitar dua tahun. Oleh sebab itu, permasalahan yang menghambat harus diselesaikan. Sebab itu, kami mengundang Bupati Aceh Utara memberi penjelasan serta membahasnya bersama, ujar Diah Ayu Hartati.

Dari penjelasan Bupati, kata Diah Ayu Hartati, tertundanya pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) Waduk Krueng Keureuto karena adanya persoalan ganti rugi hak garap lahan dan tanaman masyarakat.

BACA JUGA :   Ketum DPP Repsus Minta Polda Aceh Usut Tuntas Kasus Pembakaran Mobil Ketua YARA Langsa

Hak ganti rugi belum diselesaikan karena terjadi sengketa batas wilayah dua desa. Kami meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Utara ikut menyelesaikan persoalan itu, ujar Diah Ayu Hartati.

Diah Ayu Hartati mengatakan pihaknya akan terus mengawal pembangunan proyek Waduk Krueng Keureuto yang pembangunannya ditargetkan selesai pada 2023.

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib tidak banyak berkomentar terkait sengketa lahan PSN Waduk Krueng Keureuto tersebut yang mengakibatkan pembangunan mangkrak dua tahun.

Saya menghormati proses hukum dan proyek ini bukan milik saya, tetapi milik negara dan hasilnya untuk masyarakat, ujar Bupati Aceh Utara. (yd/red)