Blangpidie I Realitas – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Aceh Barat Daya (YARA) menilai kaburnya sembilan narapidana atau napi Lapas Kelas IIB Blangpidie, ada yang janggal dan aneh juga harus di usut secara tuntas
Demikian disampaikan oleh Ketua YARA Abdya, Suhaimi SH seusai meninjau langsung ke Lapas Kelas IIB Blangpidie, Sabtu (17/7/2021).
Menurut saya, terkait napi yang kabur ini, ada yang aneh dan janggal, ujar Ketua YARA Abdya, Suhaimi, SH kepada Wartawan Sabtu.

Lebih lanjut disebutkan katanya, pintu pertama dan kedua Lapas tersebut tidak terkunci, dan pintu ketiga yang dijaga oleh dua petugas di dalam ruang, juga terbuka, ujar Suhaimi.
Anehnya, setelah membuka pintu, napi hanya menikam petugas satu orang, padahal saat itu ada dua orang petugas.
“Kok satu orang yang ditikam, kenapa tidak keduanya, ini kenapa?, kata Suhaimi mempertanyakan.

Bukan itu saja, lanjutnya, saat dirinya ingin melihat jendela yang dibobol oleh sembilan napi itu, pihak Lapas keberatan.
“Harusnya semua pihak boleh tahu dan melihat, sehingga menjadi bahan evaluasi ke depan,” papar dia.
“Agar ini tidak menimbulkan fitnah, maka buka saja rekaman CCTV supaya persoalan ini terang benderang. Apalagi jumlah napi yang kabur sangat banyak, ujar nya.

Lakukan penyisiran
Sementara itu, Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution, SIK melalui Kabag Ops, Kompol Masril saat dikonfirmasi mengaku, sejak mendapat laporan napi kabur itu, pihaknya langsung turun ke TKP.
Di Lapas Kelas IIB Blangpidie tersebut, polisi mulai menenangkan napi dan melakukan penyisiran ke gunung hingga ke gampong-gampong, pasca kejadian hingga Subuh.

“Namun belum berhasil. Bahkan tadi kita bersama anggota TNI, juga sempat (melakukan penyisiran) ke Ujung Tanoh Setia,” paparnya.
Pak Kapolres juga turun langsung ke sana memberikan arahan kepada kami, tapi belum membuahkan hasil,” tukas Kabag Ops Kompol Masril.
Dalam melakukan penyisiran itu, sebut Kompol Masril, ada puluhan anggota polisi dan 25 anggota TNI yang tersebar di beberapa lokasi dan gampong.

Bukan itu saja, pihaknya juga sudah duduk dengan pihak pemuda dan perangkat gampong, sembari menyebarkan identitas dan foto para napidana yang kabur.
“Ini kita lakukan agar ruang gerak mereka semakin sempit, dan segera ditemukan,” paparnya.
Bukan itu saja, Kompol Masril juga sudah duduk dengan Panglima Laot dan nelayan untuk meminta peran serta mereka, jika melihat dan menemukan para napi tersebut.

Karena, lanjutnya, jalur laut adalah biasanya selalu menjadi jalur aman bagi napi untuk kabur.
Selain membatasi ruang gerak mereka, ini juga sebagai upaya mengantisipasi terjadi kriminalitas baru, sebut Kabag Ops.
Makanya para nelayan juga harus mengantisipasi dan laporkan kepada kita, apalagi semua napi yang kabur adalah kasus narkotika, ujarnya. (*)




