IKLAN YARA

Disanggah, Lelang Proyek Rp 25 Milyar di Simeulue Tiba-Tiba Dibatalkan

oleh -352.489 views
Disanggah, Lelang Proyek Rp 25 Milyar Di Simeulue Tiba-Tiba Dibatalkan
Teks Foto: surat atas bagian atas pemberitahuan pembatalan paket dari Pokja ke sementara di bagian bawah adalah uraian yang dimaksud dengan persaingan usaha tidak sehat.
UPDATE CORONA

Banda Aceh I Realitas – Disanggah Pasca pemberitaan kemarin oleh media ini dua perusahaan perseorangan terbatas yang mengikuti tender lelang Jalan Simpang Serafon-Patriot dengan nilai kurang lebih Rp 25 Miliar tiba tiba saja paket itu tadi pagi dibatalkan.

Informasi tentang tender/lelang Proyek Jalan Simpang Serafon-Patriot, nomor kode tender 2169393 saat ini sama sekali hilang tidak lagi bisa diakses di loink atau web LPSE Pemerintah Kabupaten Simeulue yang terbuka untuk umum.

Untuk dimaklumi sebagaimana diberitakan kemarin paket Jalan Simpang Serafon-Patriot penetapan pemenangnya disanggah dua perusahaan peserta lelang yang merasa dirugikan.

Kepala Unit Pengadaan Barang & Pemerintah Kabupaten Simeulue, Tamsil yang dihubungi wartawan membenarkan telah dibatalkan

Katanya bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari bawahannya/POKJA LI, paket itu sudah dibatalkan.

Ditanya alasan pembatalan paket itu karena sebelumnya sebagaimana pantauan media ini sudah pernah dibatalkan satu kali, menurut Tamsil berdasarkan hasil verifikasi dokumen yang ada sama Pokja pasca masuk sanggahan, maka katanya Pokja membatalkan tender itu

Ditanya lagi alasan konkret pembatalan tender paket itu karena idealnya meski ada alasan kuat mendasar untuk pembatalan tender alasan pemotongan anggaran dari pusat atau keadaan darurat lainnya.

“ada indikasi persaingan usaha tidak sehat dari para peserta,” ucapnya kepada Wartawan, Kamis (15/7/2021).

Satu dari dua peserta tender yang menyanggah, PT. Araz Mulia Mandiri, Suprianto mengaku tidak ada mendapatkan jawaban sanggahan dari Pokja sebagaimana waktu yang telah ditentukan, paling telat 3 hari kerja.

Katanya bahwa sesuai ketentuan apabila tiga hari kerja Pokja tidak menjawab maka dianggap sanggahan diterima. Anehnya, menurut PT Araz Mulia Mandiri tiba tiba Pokja mengirimkan pemberitahuan lelang dibatalkan dengan alasan bahwa seluruh peserta terlibat persaingan usaha tidak sehat,” jelasnya.

BACA JUGA :   Safaruddin Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Mobil Ketua YARA Langsa

Menanggapi keputusan Pokja yang ditengarai “sesat” dan merugikan perusahaannya. PT. Araz Miulia Mandor akan melakukan upaya lain, membuat laporan ke APIP Simeulue agar mengambil alih penyelesaian sengketa itu.

Seperti di beritakan sebelunya, Keputusan Pokja LI dua Perusahaan Persero Terbatas yakni PT. Araz Mulia Mandiri dan PT. Putra Ananda sebagai rekanan peserta tender Peningkatan Jalan Simpang Serafon-Patriot kode tender 2169383 (Simeulue) dengan nilai pagu sekitar Rp 24,9 Milyar melayangkan protes/sanggah atas keputusan Pokja LI-SML atas perihal penetapan pemenang paket jalan Simpang Serafon-Patriot Simeulue, Rabu (14/7/2021).

Keputusan Pokja LI Simeulue Tentang Pemenang Proyek Rp 25 M di Protes
Teks foto: Dokumen sanggahan dari PT. Araz Mulia Mandiri dan PT. Putra Ananda

PT. Araz Mulia Mandiri dalam sanggahan nya tertanghal 12 Juli 2021 yang ditandatangani pimpinan Cabang Suprianto menyebutkan bahwa, upaya sangga adalah sesuatu hak bagi peserta yang merasa dirugikan, sesuai Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia No. 12 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pelaksanaaan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah Melalui Penyedia; Point 4.2.13.

Dalam sanggahannya yang terdiri dari beberapa halaman disertai sejumlah argumen dan pasal pasal yang ada dalam aturan, PT. Araz Mulia Mandiri menyatakan sebagai salah satu peserta tender dengan urutan harga penawaran paling rendah mengajukan sanggahan atas proses tender dan penetapan pemenang untuk paket Peningkatan Jalan kode tender 2169383 karena telah terjadi penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur.

Teks foto: Dokumen sanggahan dari PT. Araz Mulia Mandiri dan PT. Putra Ananda
Teks foto: Dokumen sanggahan dari PT. Araz Mulia Mandiri dan PT. Putra Ananda

Yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 beserta perubahan dan turunannya, Perpres No. 12 Tahun 2021, Peraturan LKPP No. 12 Tahun 2021 dan segala aturan serta petunjuk yang telah ditetapkan dalam Model Dokumen Pemilihan No. 2169383/35.3/POKJALI-SML/2021 tanggal17 Juni2021.

BACA JUGA :   Ditpamobvit Polda Aceh Gelar Vaksinasi Massal dan Bagi Ratusan Bansos

Kemudian alasan lain menurut PT. Araz. Mulia Mandir menyebutkan adanya penyalahgunaan wewenang oleh Pokja Pemilihan dan atau Pejabat yang berwenang lainnya. Adapun indikasi penyimpangan yang telah dilakukan oleh Pokja Pemilihan ada beberapa poin penting.

Satu diantara sekian dalam sanggahannya, PT. Araz Mulia Mandiri menyatakan bahwa Pokja Pemilihan menggugurkan penawaran dengan alasan, peralatan utama yang disampaikan jenis dump truck BK 9802 DA, BK 9442 DD dan BK9443DD bukan atas nama pemberi sewa.

Nah, menurut PT. Araz Mulia Mandiri dengan alasan di atas menunjukkan Pokja tidak melakukan evaluasi dokumen penawaran dengan berpedoman dan mengacu kepada Model Dokumen Pemilihan (MDP) No.2169383/35.3/POKJA LI-SML/2021 tanggal 17 Juni 2021. Sementara MDP tersebut adalah sebagai MDP untuk paket pekerjaan Peningkatan Jalan Simpang Serafon-Patriot (sta0+000+6+435) (DOKA)

Dimana katanya pada Point 28. Evaluasi Dokumen Penawaran, Halaman 29 Dalam MDP tersebut, Sub Poin (28.12) Evaluasi Teknis Huruf b. Evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur dengan ketentuan: Point 2, Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan teknis sebagaimana tercantum dalam LDP apabila: b) Peralatan utama yang ditawarkan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP, dengan ketentuan: (pada halaman 33)
(b) Dalam hal peserta menyampaikan bukti kepemilikan peralatan yang berupa sewa bukan atas nama pemberi sewa, bukti tersebut tidak menjadi hal yang menggugurkan pada saat evaluasi.

BACA JUGA :   Penembakan Seorang Ustaz di Tangerang, Diduga Sudah Dipantau Lama

Dipihak lain PT. Putra Ananda dalam sanggahannya tanggal 12 Juli 2021 ditandatangani oleh Direktur Isrianto menyatakan melakukan penyanggahan atas penetapan pemenang tender dengan kode tender yang sama dengan yang disangga oleh PT. Araz Mulia Mandiri karena merasa dirugikan oleh Pokja LI.

Diantara sekian banyak poin sanggahan oleh PT. Putra Ananda sebagaimana dalam uraian sanggahan yang tembusannya dilayangkan ke media yakni: indikasi adanya permainan antara Pokja dengan perusahaan yang dimenangkan dengan modus membiarkan kekurangan pengisian data pekerjaan yang sedang berjalan bagi perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang padahal itu jelas tidak boleh karena diatur dalam aturan yang dipersyaratkan dalam tender proyek kode 2169383.

Kepala Unit Pengadaan Barang & Jasa (UPBJ) Pemerintah Kabupaten Simeulue, yang dikonfirmasi wartawan Selasa , 13 Juli 2021 malam menyatakan pihaknya baru mendapat informasi ada satu perusahaan yang menyanggah.

“Yang saya tahu baru satu perusahaan yang ada menyanggah. Kebetulan ada dikirim juga ke WA saya, boleh dikatakan tembusan nya. Atas nama perusahaan PT. Araz Mulia Mandiri,” jawabnya.

Sementara ditanya tentang sanggahan dari PT. Putra Ananda menyatakan belum mengetahuinya dan juga belum mendapatkan laporan dari Pokja LI.

Selanjutnya diminta tanggapannya sebagai kepala UPBJ Pemerintah Simeulue yang membawahi Pokja LI Simeulue menyatakan belum bisa menjawab secara rinci menunggu waktu yang ditentukan dan yang menjawab sanggahan itu adalah Pokja namun dia akan memantau, kecuali ada laporan dari Pokja dan perlu ditindaklanjuti maka bisa jadi APIP sebagai penilaiannya. (H A Muthallib)