YARA Terlibat Dalam Perumusan Forum Komunikasi Nasional Pokmas Lipas

oleh -115.489 views
Pokmas Lipas

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Kepala Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Nagan Raya, Muhammad Zubir, SH menjadi salah satu peserta Rapat Kerja Nasional Pengembangan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (POKMAS LIPAS) Ditjen Pemasyarakatan yang dilaksanakan 2-4 Juni 2021, di Hotel Pullman Jakarta.

Kegiatan tersebut melibatkan 3 (tiga) elemen, yaitu Kepala BAPAS se-Indonesia, Perwakilan Pemerintah Daerah, dan POKMAS se-Indonesia.

REALITAS TV

“Saya hadir mewakili POKMAS dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Nagan Raya yang menjadi Mitra Kerja Bapas Nagan Raya.

BACA JUGA :   Danrem 061/Sk Apresiasi Pemkot Bogor Selesaikan Sengketa Lahan GKI Yasmin

Ini juga sebagai tindak lanjut adanya kesepakatan kerjasama antara YARA Nagan Raya dengan BAPAS (Balai Pemasyarakatan) Nagan Raya” jelas Zubir kepada wartawan, Sabtu (5/6/2021).

“Rapat Kerja Nasional ini membahas beberapa agenda pokok, yaitu pembahasan keberlanjutan program POKMAS LIPAS, pembahasan model-model sinergi antara BAPAS, PEMDA, dan POKMAS, dan perumusan rekomendasi pembentukan Forum Komunikasi POKMAS LIPAS nasional,” lanjut Zubir.

Muhammad Zubir, SH menyampaikan terlibat dalam tim perumus rekomendasi program-progam kerja POKMAS. Zubir masuk kedalam 10 anggota tim perumus nasional.

BACA JUGA :   Kapolri Intruksikan Seluruh Kapolda Bentuk Kampung Tangguh Narkoba

“Kita meminta kepada Ditjen Pemasyarakatan untuk membentuk Forum Komunikasi Nasional POKMAS LIPAS yang memiliki legal standing yang jelas.

Dengan dasar tersebut maka POKMAS LIPAS mendapatkan kepastian untuk melaksanakan berbagai program pendampingan dan pelatihan bagi klien BAPAS”

Zubir juga menyampaikan Program Kemandirian, Program Kepribadian, Program Hukum, dan Program Kemasyarakatan.

Selain itu Zubir juga menekankan bahwa penyelesaian perkara pidana yang mengacu pada kebijakan Restrorative Justice harus terus dioptimalkan disemua tingkat penegakan hukum, guna untuk mengurai kepadatan masyarakat yang dimasukkan ke dalam penjara.

BACA JUGA :   Lansia di Birem Bayeun Aceh Timur Luput dari Perhatian Pemerintah

Dengan adanya Restrorative Justice tidak semua perkara pidana harus bermuara ke penjara. Ini sesuai dengan keinginan Pemerintah, termasuk dalam hal ini dukungan dari Ditjenpas.

Zubir berharap dengan berjalannya program-progam Pokmas Lipas ini, maka YARA sebagai mitra Bapas dapat terus terlibat aktif dalam menyelesaikan berbagai problematika hukum dan sosial didalam masyarakat. (*)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas