Kadiskes Simeulue Bantah Pernyataan LPLA Soal Penetepan Pemenang Tender Menyalahi Aturan

oleh -127.489 views
LPLA

IDUL FITRI

Simeulue I Realitas – Kepala Dinas Kesehatan Simeulue, Dimas yang juga KPA/PPK membantah keras pernyataan koordinator Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA), Nasrudin Bahar sebagaimana yang dimuat sejumlah media barusan.

Melalui seluler Dimas menyatakan bahwa penetapan pemenang tender pembangunan gedung baru Puskesmas Desa Alus-Alus Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue dengan nilai penawaran Rp 5, 813.000.000,- Milyar belum lama ini sudah sesuai aturan.

Bahkan Kadiskes mengirimkan foto kontrak proyek yang dikerjakan perusahaan dimaksud pada tahun 2021 sama subidang nya, yakni gedung Puskesmas lokasinya di Langsa Barat.

Namun menurut Dimas dalam pelaksanaan sesuai konfirmasi SeninĀ  (14/6/2021) langsung yang dilakukan nya kepada ULP bahwa saat dilakukan klarifikasi dokumen secara Daring pengalaman perusahaan ada namun lupa memfoto copy dan memasukkan dalam dokumen.

Pihaknya sendiri saat melakukan konfirmasi kepada ketua ULP, Dimas menegaskan apabila tidak sesuai maka pihaknya akan melakukan pembatalan.

Sebelumnya Koordinator LPLA, Nasrudin Bahar mengatakan perusahaan yang dimenangkan PT. PUTRA PRIMA PERMATA yang ditetapkan sebagai pemenang tender tidak mempunyai Pengalaman pekerjaan pada sub bidang BG 008 yaitu Bangunan Kesehatan.

Ditegaskannya, Pokja pemilihan sudah keliru dalam menetapkan calon pemenang karena perusahaan pemenang paket tersebut tidak memenuhi syarat kualifikasi tekhnis.

Kemudian dia meminta kepada PPK/KPA untuk segera membatalkan atau menolak hasil pemilihan Pokja yang telah menetapkan PT.PUTRA PRIMA PERMATA sebagai pemenang tender paket Pembangunan Gedung baru Puskesmas desa Alus Alus kecamatan Teupah Selatan Kabupaten Simeulue itu.

Ditambahkan dia bahwa secara aturan PPK berhak menolak hasil penetapan pemenang pada rapat persiapan penunjukan penyedia barang dan jasa.

Kemudian lagi dia menghimbau kepada Inspektorat, APIP Kabupaten Simeulue untuk mengeluarkan surat rekomendasi atas pembatalan calon pemenang pada paket tersebut.

LPLA katanya sudah mengirim surat ke APIP Inspektorat Kabupaten Simeulue perihal meminta APIP mengeluarkan rekomendasi pembatalan pemenang

Jika PPK tidak mengindahkan surat laporan itu maka LPLA akan melaporkan kasus ini ke APH dengan alasan penyalahgunaan wewenang (*)

UPDATE CORONA