Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Gagalkan Pencurian Ikan dari Kapal Asing

oleh -66.489 views

IDUL FITRI

Natuna I Realitas – Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri menggagalkan tindak pidana pencurian ikan atau illegal fishing yang dilakukan kapal ikan asing Vietnam di Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Dalam pengungkapan tersebut Ditpolair mengamankan dua unit kapal berbendera Vietnam serta 17 anak buah kapal yang ditetapkan sebagai tersangka.

REALITAS TV

Dari hasil pemeriksaan terhadap kapal KG 90720 TS dan KG 93039 TS ditemukan barang bukti berupa ikan campuran kurang lebih 500 kg dan alat tangkap berupa satu set jaring trawl dari kapal tersebut,” terang Direktur Polair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Pol. Yassin Kosasih, S.I.K., M.Si., dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Adapun kronologis kejadian yakni, pada tanggal 1 Juni 2021 Ditpolair Baharkam mendapat informasi dari Subdit Intelair, bahwa ada kapal ikan asing berbendera Vietnam melakukan penangkapan ikan secara ilegal di Perairan Natuna.

BACA JUGA :   Satlantas Polresta Palangka Raya Sambangi Masyarakat Sosialisasikan Saber Pungli

Kapal ikan tersebut cenderung masuk ke Perairan Indonesia pada malam hari hingga dini hari untuk melakukan penangkapan.

Informasi tersebut ditindaklanjuti. Ditpolair Baharkam Polri mengerahkan Kapal Bisma 8001 melakukan patroli perairan di laut Natura Utara.

Dari hasil patroli tersebut, terdeteksi dua unit kapal asing berbendera Vietnam melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

“Kapal ikan asing tersebut melakukan penangkapan menggunakan jaring trawl,” terang Dirpolair.

Selanjutnya, Petugas Ditpolair Baharkam Polri melakukan pengejaran terhadap kapal ikan asing tersebut.

Kapal yang tercatat dengan nomor lambung KG 0720 TS dinahkodai oleh NT warga negara Vietnam dan terdapat 12 orang ABK.

BACA JUGA :   Kapolri Bicara Narkoba Rp 11 T, Anggota DPR Adukan 3 Diskotek di Sumut

Kemudian KG 93039 TS dinahkodai oleh DTT, warga negara Vietnam serta terdapat tiga orang ABK.

“Modus operandi, kapal ikan asing memasuki perairan Indonesia pada malam hari melakukan penangkapan ikan secara ilegal dan keluar dari perairan Indonesia menjelang matahari terbit untuk menghindari petugas,” tambahnya.

Dari keterangan salah satu nahkoda kapal menyebutkan, ikan hasil tangkapan ilegal tersebut dibawa dan dijual di Vietnam.

Menurut Dirpolair, dari pengungkapan kasus ilegal fishing tersebut, pihaknya telah berhasil menyelamatkan aset atau kekayaan laut milik negara sebanyak 540 ton per tahun.

Adapun para tersangka yang berjumlah 17 orang dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1) bagian keempat penyederhanaan perizinan berusaha sektor serta kemudahan dan persyaratan investasi paragraf 2 sektor kelautan dan perikanan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Pasal 5 ayat (1) huruf B jo Pasal 102 UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan atau Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1) jo Pasal 5 ayat (1) huruf B jo Pasal 102 UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana diubah dan ditambah pada UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP ancaman hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar. (*)

BACA JUGA :   Sinergitas Lapas Gagarut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulanan Kebakaran
UPDATE CORONA