Hari Ini Fenomena Gerhana Bulan Total Akan Terjadi di Wilayah Indonesia

oleh -85.489 views
Hari Ini
Ilustrasi

IDUL FITRI

Jakarta I RealitasHari ini gerhana bulan total akan terjadi di wilayah di Indonesia, Rabu 26 Mei 2021.

Masyarakat di sejumlah wilayah bisa menyaksikannya langsung tanpa perlu menggunakan kacamata khusus.

REALITAS TV

Nah, jam berapa gerhana bulan total terjadi?

Mengutip dari bmkg.go.id, fase awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB, 16.46.12 WITA, atau 17.46.12 WIT.

Sementara Fase Gerhana Bulan Sebagian akan dimulai pukul 16.44.38 WIB, 17.44.38 WITA, atau 18.44.38 WIT.

Kemudian Fase Gerhana Bulan Total mulai masuk pada pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, atau 20.09.21 WIT.

Gerhana bulan total mencapai puncaknya pada pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA, atau 20.18.43 WIT.

Selengkapnya, berikut fase Gerhana Bulan Total yang terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021, serta daftar wilayah di Indonesia yang bisa melihat dan jadwalnya.

1. Fase (P1) Awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB, 16.46.12 WITA, 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah.

Sehingga pengamat di Provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total.

2. Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44.38 WIB, 17.44.38 WITA, 18.44.38 WIT,

Fase ini melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.

3. Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat.

Sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

4. Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA , 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

BACA JUGA :   Nah, Kira-kira Apa Saja Kelebihan Kopi Sidikalang Ini?

5. Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir pukul 18.28.05 WIB, 19.28.05 WITA, 20.28.05 WIT melintas membelah Sumatera Utara.

Sehingga pengamat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera Utara dan Aceh, dapat menyaksikan fenomena ini.

6. Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 19.52.48 WIB, 20.52.48 WITA, 21.52.48 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

7. Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir pukul 20.51.14 WIB, 21.51.14 WITA, 22.51.14 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

Seluruh proses gerhana, sejak fase awal (P1) hingga fase akhir (P4) akan berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik.

Sementara proses gerhana totalnya, sejak awal fase total (U2), puncak total hingga akhir fase total (U3) akan berlangsung selama 18 menit 44 detik.

1. Banda Aceh

– Fase Puncak Gerhana Bulan: 18.50 WIB

– Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian: 19.52 WIB

– Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir: 20.49 WIB

2. Padang

– Fase Puncak Gerhana Bulan: 18.18 WIB

– Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir: 18.25 WIB

– Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian: 19.52 WIB

– Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir: 20.49 WIB

3. Jakarta

– Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai: 18.11 WIB

– Fase Puncak Gerhana Bulan: 18.18 WIB

– Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir: 18.25 WIB

– Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian: 19.52 WIB

– Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir: 20.49 WIB

4. Balikpapan

– Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai: 19.11 WITA

– Fase Puncak Gerhana Bulan: 19.18 WITA

– Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir: 19.25 WITA

– Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian: 20.52 WITA

– Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir: 21.49 WITA

BACA JUGA :   Bupati dan Kepala OPD Takziah ke Rumah Almarhum Ketua MPU

5. Makassar

– Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai: 19.11 WITA

– Fase Puncak Gerhana Bulan: 19.18 WITA

– Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir: 19.25 WITA

– Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian: 20.52 WITA

– Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir: 21.49 WITA

6. Kupang

– Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai: 17.44 WITA

– Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai: 19.11 WITA

– Fase Puncak Gerhana Bulan: 19.18 WITA

– Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir: 19.25 WITA

– Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian: 20.52 WITA

– Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir: 21.49 WITA

7. Jayapura

– Fase (P1) Awal Gerhana Bulan mulai: 17.47 WIT

– Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai: 18.44 WIT

– Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai: 20.11 WIT

– Fase Puncak Gerhana Bulan: 20.18 WIT

– Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir: 20.25 WIT

– Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian: 21.52 WIT

– Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir: 22.49 WIT

Gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi matahari-bumi-bulan sejajar sehingga bulan masuk ke umbra bumi.

Uniknya, saat puncak gerhana bulan total terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah atau dikenal dengan istilah Blood Moon.

Pasalnya, posisi bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee).

Oleh karenanya, bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa.

Fenomen ini sering disebut dengan Super Moon.

Sehingga, Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 dikenal juga dengan Super Blood Moon, karena terjadi saat bulan di Perigee atau bulan berada di jarak terdekat dengan bumi.

BACA JUGA :   Ketua Pokdar Kamtibmas Wilayah Metro Jaya Terima Silaturahmi dari Polda Metro Jaya

Gerhana Bulan Total dapat disaksikan jika kondisi cuaca cerah-berawan dan aman disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang.

BMKG juga akan melakukan pengamatan Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 di lokasi-lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Yaitu dengan menggunakan teleskop yang dipadukan dengan detektor dan teknologi informasi dan disebarluaskan melalui https://www.bmkg.go.id/gbt.

Pada puncak gerhananya, di sebagian besar wilayah Indonesia posisi Bulan dekat dengan horizon di bagian Timur.

Sehingga memungkinkan pengamat untuk dapat mengabadikan kejadian gerhana dengan latar depan bangunan yang bersejarah atau ikonis.

Masyarakat dapat mengikuti proses pengamatan ini dengan mengakses https://www.bmkg.go.id/gbt.

BMKG juga mengimbau, masyarakat yang berada di pesisir atau pinggir laut (pantai) perlu mewaspadai terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari pasang normalnya.

Adapun Gerhana bulan total perige sebelumnya yang teramati di Indonesia terjadi pada 31 Januari 2018.

Adapun gerhana bulan total perige yang akan datang yang dapat diamati lagi di Indonesia akan terjadi pada 8 Oktober 2033.

Sebagai informasi, terjadi empat kali gerhana selama 2021, yaitu dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan.

Dari keempat fenomena langit ini, hanya Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 yang bisa diamati di Indonesia.

Sementara tiga gerhana lainnya, tidak bisa dilihat dari Indonesia.

Rinciannya:

1. Gerhana Bulan Total (GBT) pada 26 Mei 2021 yang dapat diamati dari Indonesia

2. Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 10 Juni 2021 yang tidak dapat diamati dari Indonesia

3. Gerhana Bulan Sebagian (GBS) pada 19 November 2021 yang dapat diamati dari Indonesia

4. Gerhana Matahari Total (GMT) pada 4 Desember 2021 yang tidak dapat diamati dari Indonesia. (*)

Sumber: Trb

UPDATE CORONA