Geliat Keripik Mustika Ditengah Prahara Covid-19

oleh -105.489 views
Geliat
Junaidi sang pemilik Keripik Mustika saat di kedainya di Dusun Utama, Gampong Paya Bujuk Tunong, Kota Langsa, Senin (24/5/2021) Rapian/Mediarealitas.com

IDUL FITRI

Langsa | Realitas – Geliat Keripik Mustika Ditengah Prahara Covid-19.

Senja itu langit begitu cerah, tampak gumpalan awan di langit seantero Kota Langsa menunjukkan rona yang begitu cerah.

REALITAS TV

Menyusuri senja dengan sepeda motor merupakan bagian aktivitas yang sangat asik, apalagi ditemani keluarga kecilku untuk sekedar meluangkan waktu bersama keluarga mengitari berbagai lorong di gampong/desa dalam wilayah Kota Langsa.

Ada hal menarik dimana ketika perjalan memasuki Dusun Utama, Gampong Paya Bujuk Tunong, Kota Langsa, dimana tempat itu ada sebuah kedai menjual hasil home industri nya yakni Keripik Mustika.

Sepintas usaha ini biasa aja, namun kita mau menoleh kedalam galerinya tersusun rapi beraneka ragam jenis keripik yang terbuat dari singkong maupun pisang yang siap untuk dimakan.

Keripik Mustika Langsa Adalah salah satu produk unggulan yang ada l Kota Langsa, Aceh, Keripik ini adalah salah satu Keripik yang udah Go Nasional. banyak pendatang yang mampir untuk membeli oleh-oleh khas Kota Langsa Ini.

Disamping itu juga Keripik Mustika juga di distribusikan di beberapa wilayah di Provinsi Aceh.Keripik Mustika pertama kali didirikan pertama kali pada tahun 2002, tapi mulai berkembang pesat mulai 2004 hingga sekarang.

Sang Pemiliki Junaidi, menuturkan kepada wartawan, Senin (24/05/2021) menyatakan bahwa meskipun ditengah prahara Covid 19 usahanya masih bisa bertahan dan surpek.

Junaidi, orangnya terbilang sangat enak diajak ngobrol seperti rasa keripiknya yang renyah dan gurih, secara gamblang pria berkumis dan berkulit hitam manis itu menuturkan usahanya ditengah tragedi Covid 19, Keripik Mustika masih eksis dan terus menuai pundi-pundi rupiah.

Dalam proses Keripik Mustika terbilang masih konvensional dan butuh tenaga manusia dalam membuatnya.

Dari proses, meracik, mengoreng hingga membungkus nya juga masih butuh tenaga manusia, disinilah letak suatu bisnis rumahan yang masih mengandalkan tenaga manusia ditengah era digital saat ini.

BACA JUGA :   Kapolri : Kasus Unlawfull Killing Laskar FPI Terus Berjalan

“Sengaja kita berdayakan orang disekeliling kita agar mata pencahariannya tetap ada dan manfaat keluarganya juga terasa kental,” ujar Junaidi sembari tersenyum.

Diutarakannya, soal varian rasa Keripik Mustika ada banyak pilihan seperti keripik pedas asam Jawa ini produk unggulannya sedangkan yang lain seperti keripik singkong biasa juga ada serta banyak lainnya.

“Pokoknya soal rasa Insya Allah tidak kalah dengan yang lain di luaran Kota Langsa, kita ingin Keripik Mustika ini menjadi brand oleh-oleh khas Kota Langsa,” ujar Junaidi.

Disamping itu juga, soal harga Keripik Mustika menawarkan bandrol yang cukup murah meriah tanpa harus ragu dengan rasa, ada yang paket kecil Rp.5000 dan yang paket besar Rp.10.000 untuk semua varian rasa.

“Kalau soal harga, pembeli tak usah kuatir dijamin murah meriah dan enak dirasakan kantong,” kata Junaidi sembari promosi.

Sedangkan jangakuan pemasaran, kata Junaidi, saat ini memenuhi pesanan seperti tempat penjualan di pasar Lhok Nibong, Kabupaten Aceh Timur setiap seminggu sekali dengan jumlah yang fantastis.

BACA JUGA :   Gubsu Mintak Polisi Usut Tuntas Kasus Penembakan Wartawan di Sumut

Setiap minggunya kita distribusikan diantara 15 hingga 20 karton besar yang diecer setiap kedai jualan dipinggir jalan dan ini menjadi rutin setiap jelang sepekan.

“Alhamdulilah omzet penjualan keripik Mustika belum goyang meskipun badai Covid 19 masih saja menghantui,” jelas Junaidi.

Selain itu juga ada berbagai galeri jualan Keripik Mustika seperti di pinggiran Kota Langsa tepatnya di Kecamatan Langsa Timur arah menuju Kota Medan juga tersedia dan ini khusus bagi pembeli yang enggan datang ke gudang kami di Paya Bujok Tunong.

Insya Allah meskipun prahara Covid 19 masih saja ada, biarlah Keripik Mustika tetap tegar menjadi mustika yang memancarkan roda denyut nadi ekonomi bagi warga Kota Langsa…semoga. (Rapian)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas