Rebutan Lahan di Kaltim Tewaskan 1 Orang 6 Luka-luka

oleh -94.489 views
Foto File: Dok.Dtc/ usai penyerangan warga di Palaran, Kaltim.

IDUL FITRI

Samarinda I Realitas – Warga dari kelompok Tani Empang Jaya menyerang warga di Kelurahan Handil Bhakti, Kecamatan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengakibatkan 1 orang tewas dan 6 terluka.

Tersangka pelaku penyerangan, AN (52) mengaku dendam terhadap korban karena kerap diteror.

REALITAS TV

“Kami kelompok Tani Empang Jaya tidak pernah merampas tanah warga apalagi menjual lahan di kawasan Handil Bhakti, kami warga Handil Bhakti berhak juga mengelola lahan pertanian itu,” kata AN di Polresta Samarinda, Rabu (14/4/2021).

Atas aksi penyerangan itu, AN menjadi tersangka pembunuhan terhadap Burhanuddin, pemilik lahan di kawasan Sungai Simpang Arang, Jalan Handil Bhakti Samarinda. Menurut AN, kelompoknya kerap diteror oleh korban seperti gubuk-gubuk petani milik mereka dibakar.

BACA JUGA :   Polda Aceh Pastikan Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Tetap Terapkan Prokes

“Kami kelompok tani Empang Jaya diteror, gubuk-gubuk milik Petani Empang Jaya dibakar oleh korban dan kelompoknya,” ujarnya.

AN mengaku bahwa Koperasi Empang Jaya sudah memiliki lahan tersebut sejak tahun 2015 dan selama menguasai lahan itu mereka tidak pernah menjual atau memindahkan hak kepemilikan lahan tersebut ke pihak lain.

“Saya menyesal, namun saya harus bertanggung jawab atas apa yang saya perbuat,” kata AN.

Sementara itu Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman mengatakan bahwa bentrokan bermula dari adanya pembakaran pondok yang didirikan oleh Kelompok Tani Empang Jaya Swadiri pada Sabtu (10/4) lalu di Jalan Pakang, Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Palaran.

BACA JUGA :   Terapkan Prokes Bupati Batu Bara & Seluruh Jajaran OPD Sholat Idul Fitri

Atas kejadian ini pelaku kemudian mendatangi TKP dengan maksud untuk menghentikan kegiatan korban dengan kelompoknya yang melakukan pengerusakan dan pembakaran rumah milik anggota kelompok Tani Empang Jaya.

“Pelaku ini menggunakan senjata rakitan, jenis penabur. Sehingga, 7 orang menjadi korban, satu diantaranya meninggal dunia, sedangkan enam lainnya masih dirawat di rumah sakit,” kata Kombes Arif.

Saat ini polisi masih mendalami kepemilikan lahan sengketa ini. “Karena, ada beberapa versi, baik dari Kelompok Tani maupun warga Handil Bhakti,” terangnya.

BACA JUGA :   Sholat Idul Fitri 1442 Hijiriah, Pj. Bupati Muara Enim, Imbau Untuk Sholat Dirumah Saja

Saat ditanya terkait dugaan pelaku lainnya, Arif mengaku masih melakukan penyelidikan atau pendalaman, apakah ada keterlibatan dari pihak lain.

“Ya, sejauh ini belum ada yang terbukti, tetapi kalau memang ada yang terlibat, pasti kami tahan. Dan memang pelaku AN ini pelaku tunggal yang melakukan penembakan terhadap korban (Burhanuddin), serta menebas leher korban dengan parang,” bebernya.

Saat ini situasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kondusif dan polisi masih rutin melakukan patroli. “Sebagai langkah untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” tegasnya. (*)

Sumber: Dtc

UPDATE CORONA