Peningkatan Pendidikan Anak Sekolah di Tengah Pandemi COVID-19 di Gampong Meurandeh Kecamatan Manyak Payed

oleh -220.489 views
Foto: Maulidar, Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah IAIN Langsa.

IDUL FITRI

Sejak Desember 2019, dunia telah dihebohkan oleh penemuan virus corona di china. virus tersebut dikenal dengan nama virus corona.

Tetapi virus ini seperti berpindah tempat mewabahi dari satu negara ke negara yang lain. hingga akhirnya wabah ini tiba di indonesia pada awal maret 2020.

REALITAS TV

meski tampak lambat penyebarannya tetapi hal ini menimbulkan kecemasan di seluruh indonesia.

sebagaimana hampir  semua orangtua di desa merandeh pada saat ini mencemaskan tentang pendidikan anak-anak mereka, sehingga salah satu warga gampong merandeh yang bernama bapak wahyu mengatakan;” saya dan istri saya kebagian tanggung jawab mendampingi anak kami belajar di rumah.

Kami dan banyak orang tua harus mengakui bahwa menjelaskan berbagai mata pelajaran dan menemani anak-anak dan mengerjakan tugas-tugas sekolah tidak semudah yang dibayangkan”.

Meskipun demikian tidak putus semangat bagi anak-anak di gampong merandeh yang ingin terus belajar  untuk mencapai cita-citanya setiap hari mereka dikirimkan bahan pembelajaran oleh gurunya melalui online, walaupun sulit untuk dipahami namun mereka tetap berusaha agar mereka bisa, orang tua mereka pun ikut mengawasi anak-anaknya belajar.

Meski materi dan pekerjaan rumah diberikan secara daring,kata ibuk yanti,namun pengumpulan pekerjaan rumah tetap dilakukan manual. Orang tua harus datang kesekolah untuk mengumpulnya.

Sementara ujian sekolah tetap di jadwalkan,setiap hari kamis,untuk menguji kemampuan anak selama seminggu mendapatkan materi yang dikirim oleh guru atau wali kelas.

Meski begitu,ibuk yanti menilai belajar di rumah jauh lebih baik dibandingkan anak nya harus kesekolah.”dan saya lebih memilih anak saya belajar di rumah saja, dari pada harus belajar disekolah ditengah pandemi ini,”ujarnya.

Meskipun demikian banyak orang tua tak puas dengan kondisi dan cara belajar daring yang diberikan guru dan sekolah dimasa pandemi covid-19. namun, sebagian yang lain mengaku tak ingin memberikan beban berlebihan kepada anak di saat ini.

Anak-anak sudah cukup depresi dengan keadaan ketika mereka harus terkurung dirumah, dibatasi gerakannya, hingga tak boleh datang kesekolah secara fisik.itu sudah cukup mendatangkanrasa frustasi tersendiri bagi anak.

Mau tidak mau mereka terpaksa belajar ditengah keterbatasan secara daring dan hampir dipastikan tak bisa seoptimal mendapatkan materi belajar di bandingkan hari-hari biasa.

Kebijakan dirumah diambil untuk menghindari penyebaran covid-19 di sekolah. Kementrian pendidikan dan kebudayaan hanya mengizinkan belajar tatap muka untuk sekolah yang berada di zona hijau.

Keterbatasan jaringan penetapan secara daring(online) juga kurang maksimal akibat sistem jaringan khususnya gampong merandeh kec.manyak payed sering terganggu atau lelet dikarenakan gampong tersebut terletak jauh dari jalan medan banda aceh .

Kerja keras guru dan para dosen selama ini patut di apresiasi. ditengah pembatasan sosial akibat wabah covid-19,kita harus tetap semangat mengejar dan mengajar  ilmu pengetahuan. Hampir tidak ada yang menyangka, pendidikan akan berubah drastis akibat pandemi covid-19.

Tantangan belajar sistem pendidikan online pun tidak mudah. Di samping disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri ada fasilitas dan sumber daya yang mesti disediakan.

Ibuk wati mengatakan saya bersyukur masih mampu menfasilitasi anak kami untuk pendidikan jarak  jauh, tapi saya mendengar keluhan banyak orangtua murid dan juga tenaga pendidik yang kesulitan, baik dalam menyediakan perangkat belajar seperti ponsel dan laptop maupun pulsa untuk koneksi internet.

Sistem pembelajaran online ini berpotensi membuat kesenjagan sosial ekonomi yang selama ini terjadi, menjadi makin melebar saat pandemi.

Sudah lebih dari 2juta buruh dan pekerja formal-informal yang dirumahkan atau diPHK. Dengan kondisi seperti ini,banyak orang tua kesulitan menyediakan kesempatan yang optimal bagi anak-anak mereka.

Dalam situasi yang lebih buruk, orangtua malah bisa berhadapan pada pilihan dilematis:memberi makan keluarga atau  membiayai pendidikan anak. Ini berpotensi membuat angka putus sekolah meningkat.

sejak kebijakan belajar dari rumah diterapkan secara nasional mulai tanggal 16 maret 2020, muncul indikasi naiknya angka putus sekolah di berbagai tempat.

Dalam jangka panjang, anak-anak yang putus sekolah ini memiliki kemungkinan lebih besar untuk menganggur, baik secara tertutup atau terbuka. Ini bukan hanya akumulatif akan menurunkan prokduktivitas nasional, tapi membuat mereka terjebak dalam lingkaran tidak berujung kemiskinan struktur.

Berbagai cara tetap ditempuh untuk menemukan jalan terbaik dalam upaya meningkatkan mutu dan prestasi anak ditengah pandemi.

Fakta memang dunia  pendidikan dihadapkan pada masa-masa sulid sejak awal pandemi covid-19 merebak di tanah air. pemerintahpun sejatinya  telah menyusun strategi  semaksimal mungkin agar proses belajar mengajar tidak terganggu bahkan tetap maksimal meski dilakukan secara daring.

Dalam belajar daring diperlukan penerapan sejumlah aplikasi yang menajdi sarana pengajar untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.

Media penyapaian materi BDR bisa melalui platform online seperti youtube, google classroom, google meeting, zoom, ruang guru, quipper, dan aplikasi virtual lainnya cukup menguras kuota.ini yang menjadi hambatan lain bagi siswa dalam mengikutu BDR.

Semua hambatan ini juga di alami oleh siswa dan orang tua siswa misalnya di SMAN 3 manyak payed kab.aceh tamiang dengan segala keterbatasan,siswa di upayakan tetap bisa mengikuti BDR.

Kegiatan ini diperkirakan masih akan berlanjut, dan semua belum mengetahui sampai kapan hal ini harus dilakukan. Sejumlah orang tua siswa SMAN3 memiliki pemikiran dan kepedulian pada kondisi ini dan tentu akan mempengaruhi kualitas dan prestasi siswa.

Alasan keamanan dan kesehatan menjadi faktor utama yang menyebabkan sebagian besar anak-anak di indonesia masih harus bertahan belajar daring sampai saat ini.

Oleh karena itu,di tengah pandemi covid-19 tampaknya bukan waktu yang ideal untuk mempertanyakan kualitas materi pendidikan yang diterima anak dari guru dan sekolah. Sebab tidak layak menuntut sesuatu yang ideal untuk mencapainya.

Kebijakan pendidikan di masa pandemi covid-19 menjadi pencapaian tersendiri bagi kementrian pendidikan di antaranya adalah kebijakan tentang bantuan kuota internet kepada siswa untuk menfasilitasi pembelajaran jarak jauh secara daring yang cukup menarik perhatian.

Kebijakan kuota gratis merupakan yang pertama dalam sejarah indonesia. Menjelang awal tahun ajaran baru bulan juli mendatang, sejumlah guru dan orang tua menyatakan khawatir dengan perkembangan akademik para siswa setelah diterapkannya pendidikan jarak jauh (PJJ) untuk penekan penularan covid-19.

Oleh : Maulidar

Mahasiswa Iain Zawiyah Cot Kala Langsa Prodi Ekonomi Syariah

UPDATE CORONA