Pendidikan Pancasila Diminta Kembali Dihadirkan di Kurikulum

oleh -125.489 views
Pendidikan

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Menanggapi pentingnya pendidikan idiologi bangsa sebagai kurikulum prioritas untuk anak bangsa. Hal ini ditegaskan Sandri Rumanama, Saat ditemui dikawasan kalibata city, Jakarta, jumat, tanggal 16 April 2021.

Sandri menjelaskan dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) No 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang tidak mencantumkan Pancasila sebagai mata pelajaran atau mata kuliah wajib di seluruh jenjang pendidikan adalah bentuk pengkhianatan terhadap bangsa, padahal sejarah bangsa ini terbentuk karena azas kesemaan yang dituangkan dalam pancasila sebagai idiologi bangsa.

REALITAS TV

“Ini negara lagi gencar-gencarnya mensosiolisasikan Pancasila sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara toh kebijakan regulasi tidak mengakomodir itu ini bentuk pengkhiatan terhadap bangsa dan negara. ” paparnya.

BACA JUGA :   Korem 031/WB Gelar Silaturahmi Bersama Insan Pers Di Riau

Selain itu Sandri Rumanama yang juga sebagai Ketua OKK Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (DPP PEMUDA LIRA), Meminta presiden untuk segera merevisi (PP) No 57 tahun 2021 dan mencantumkan Pancasila secara eksplisit, jelas dan praktis sehingga tidak menimbulkan multi-tafsir.

BACA JUGA :   Siti Maisyarah : BSI Harus Mampu Mengakomodir Kebutuhan Masyarakat

“Jangan main-main kini aspirasi segera di eksekusi sebelum konsolidasi dan turun aksi”. Tegas Sandri.

Sandri melihat kondisi ini dirinya mengusulkan agar Presiden mencopot Nadim dan menggantinya.

BACA JUGA :   Buka Jalan Masuk Kawasan Hutan Produksi 2 Tersagka Diamankan Polisi

Sandri Mengusulkan Pakar Kebijakan Publik Profesor.Dr. H. Paiman Raharjo atau yang lainnya untuk jadi Menteri Pendidikan karena memiliki gagasan kebangsaan yang jelas, pemahaman tentang idiologi, serta bisa mengembangkan dunia pendidikan.

“Sebaiknya Presiden Jokowi Mengangkat Profesor Paiman Raharjo atau yang lainnya untuk jadi Menteri biar sesuai dengan kapabilitas keilmuan mereka”. harap Sandri. (Zuhdi)

UPDATE CORONA