Mutiara Hitam Dibumi Serasan Sekundang Semakin Terkikis

oleh -133.489 views
Mutiara

IDUL FITRI

Tanjung Enim I Realitas – Mutiara Hitam Dibumi Serasan Sekundang Semakin Terkikis.

Berdiri tegak dengan kokoh, sebuah gedung kantor PT. Bukit Asam Tbk, sebagai kantor pusat di Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim Sumsel.

REALITAS TV

Di kota kecil yang banyak historis, di kota inilah sebuah perusahaan milik BUMN yang bergerak dibidang pertambangan merupakan penghasil batubara terbesar, adalah PT. Bukit asam Tbk, pantawan tim Media Realitas, Selasa (27/4/2021) di Muara Enim.

Sudah berapa ratus hekrar tanah, bahkan ribuan hektar yang sudah digali diambil isi perut bumi yang berada di bumi serasan sekundang, sudah berapa ratus milayar uang yang dihasilkan bahkan ratusan triliunan rupiah dan ribu tenaga kerja yang sudah direkrut.

Sejak zaman kolonial belanda bahkan sampai sekarang, sejak masih memakai alat yang sederhana (pakai tenaga manusia) sampai dengan alat yang modern, tapi perlu ditinjau kembali bagaimana kondisi daerah Tanjung Enim khususnya, Kabupaten Muara Enim pada umumnya, termasuk masyarakatnya apakah sudah sejahtera dan makmur semua.

Jangan sampai nanti anak cucu kita nanti diwarisi dengan permasalahan atau menjadi kota hantu dan tanpa ada kebersamaan serta bersatu untuk mencari solusi agar anak cucu kita nanti tetap sejahtera.

” Apakah cukup dengan menyajikan monumen perjuangan rakyat ” yang menjadi kebanggaan kota Tanjung Enim, atau kota wisata yang masih dalam proses sejak tahun 2016 sampai sekarang belum dapat diwujudkan, sedangkan masyarakatnya tetap begini saja belum ada perubahan.

Padahal tanah masyarakat sudah ribuan hektar yang sudah dibebaskan, apakah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat disekitar atau pemilik tanah terdahulu, ini menjadi harapan masyarakat.

Harapan Tanjung Enim menjadi Kota Wisata belum juga terlihat seperti hanya mimpi saja, bahkan tenaga kerjanya didatangkan dari luar daerah, masyarakatnya seperti pepatah ” bagaikan tikus mati dilumbung padi ” banyak kontraktor, apakah sudah seimbang dengan tenaga kerja lokal yang diserap oleh perusahaan yang ada di tanjung enim, apakah kita hanya dijadikan penonton saja.

Contohnya pembangunan woterboom, kontraktor dari daerah jawa barat satu paket dengan tenaga kerja, seakan akan Tanjung Enim hanya tempat mengais rejeki saja, apakah kontraktor lokal tidak mampu, sehingga kontraktor dari luar, bagaimana bisa terjadi, apakah kesalahan masyarakatnya atau pemerintah daerahnya atau perusahaannya.

Belum lagi para pensiunan PN. TABA, berapa gaji pensiunnya, sedangkan penghasilan karyawan PT. BA sekarang 10 kali lipat dari mereka, bahkan lebih dari itu penghasilan mereka saat ini, bahkan sekarang ada yang namanya pembagian jasa produksi (jaspro) setiap tahun, ratusan juta per orang sedangkan mereka hanya mendapatkan hadiah tidak sampai 1 juta perorang pertahun.

Bagaimana pahit getirnya kondisi mereka saat itu, buat makan mereka ada yang namanya nasi lape-lape (nasi bungkus pakai daun waru) lauknya ikan asin, tempe dan tahu, jarang sekali dengan lauknya ikan, daging atau ayam, dan angkutan tenaga kerja hanya naik mutik, tidak seperti sekarang angkutan sudah pakai bis perusahaan yang pakai ac, bahkan karyawannya sudah pakai kendaraan sendiri. (kendaraan roda empat ).

Pada saat ini yang perlu kita kerjakan, bagaimana membuka tirai untuk mencari solusi, sehingga kedepannya tidak terjadi kesenjangan lagi.

Dimasa yang akan datang, diharapkan Pemerintah Daerah, bisa memberikan support dan dukungan kepada anak muda yang memang mempunyai potensi besar untuk membangun daerah sendiri, tentunya generasi sekarang perlu dibekali dengan keahlian (skill) guna bersaing, sehingga generasi kita tidak tertinggal dengan tenaga kerja dari daerah lain.

Sekarang bagaimana elemen masyarakat, tokoh pemuda, karang taruna, forum, stakholder yang ada untuk bergabung dan bersatu serta kerjasama untuk memberikan support dan dukungan kepada anak-anak kita sehingga nanti mereka dapat ambil bagian dan tidak lagi menjadi penonton.

sudah menjadi pemain dan dapat bersaing ditengah tengah pergolakan yang semakin ketat juga perlu pembekalan yang mateng untuk putra putri pribumi Serasan Sekundang. (M Umar)

UPDATE CORONA