Kondisi Kecamatan Lawang Kidul Secara Umum Tetap Kondusif

oleh -77.489 views
secara umum tetap kondusif

IDUL FITRI

Lawang Kidul I Realitas – Pantauan awak media  selama bulan ramadhan 1442, atau tahun 2021 M, kondisi di Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim secara umum tetap kondusif

Sum-Sel, saat ini masih tergolong aman dan terkendali, berdasarkan pantauan media pada, Senin (26/4/2021), dari  peristiwa yang terjadi setiap harinya, walaupun masih ada tindak kriminal dan kecelakaan lalulintas yang terjadi, terutama kendaraan angkutan batubara yang masih banyak melintas di jalan raya lintas sumatera, dan yang sering terjadi kecelakaan lalulintas.

REALITAS TV

Saat ini kondisi Kecamatan Lawang Kidul untuk covid-19, masih zona merah, bahkan ada penambahan yang terpapar positif, walaupun tim gugus tugas covid-19 secara intensif telah melaksanakan tugas, bahkan hampir setiap malam melakukan razia dan berpatroli keliling kampung untuk menghimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, guna memutus rantai terpaparnya virus corona desease -19 (covid-19).

Ketika awak media berkunjung ke Kapolsek Lawang Kidul, IPTU. Desi Azhari, SH, Msi, mengatakan bahwa kondisi Kecamatan Lawang Kidul secara umum dapat dibilang aman dan terkendali, walaupun dalam

melaksanakan tugas rutin masih ada kendala yang dihadapi, dan ini merupakan tantangan bagi kami untuk melaksanakan tugas kamtibmas bersama-sama dengan personil Polsek Lawang Kidul.

Dalam masa pandemi covid-19 di Kecamatan Lawang Kidul masih cukup tinggi, walaupun gugus tugas covid-19 terus menerus bekerja keras melaksanakan tugas untuk melawan covid-19 secara intensif menghimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan untuk menjadikan zona merah ke zona hijau, bebernya.

Lanjutnya, walaupun sekeras-kerasnya kerja kita untuk melawan virus corona, tanpa dibarengi dengan adanya tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobiltas bepergian (5 M), maka hasilnya akan sia-sia saja, maka perlu adanya kerjasama antara tim gugus tugas covid-19 dengan Pemerintah Desa dan masyarakat.

Masih dari Desi, saat ditanya masalah kriminalitas, mengatakan bahwa secara kuantitas angka kriminalitas menurun, karena tim yustisi polsek lawang setiap malam  berpatroli untuk mengantisapasi dalam rangka menekan angka krimilitas, dan sekaligus apabila ada warga berkerumunan yang tidak ada tujuan atau tidak menjaga jarak langsung  dibubarkan, kemudian petugas kita ditempatkan disetiap titik-titik rawan dan sekaligus monitor masjid-masjid untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan.

Harapannya agar masyarakat meningkatkan kesadaran hukum, aturan-aturan dan sadar akan protokol kesehatan (5 M) bahwa kita menjaga orang yang kita sayangi agar tetap sehat dan terhindar dari tertularnya covid-19, ucapnya.

Saat disambangi Camat Lawang Kidul, Andrille Martin, SE, bagaimana kondisi Kecamatan Lawang Kidul selama bulan puasa, secara umum tetap  kondusif, aman dan terkendali.

Kemudian disampaikan juga menyangkut masalah covid-19, bahwa di kecamatan lawang kidul masih zona merah, bahkan yang terpapar positif virus corona bertambah, tapi merupakan tugas kita bersama untuk menyampaikan himbauan protokol kesehatan  5 M kepada masyarakat untuk melawan Covid-19.

Ketika ditanya mengenai kecelakaan lalulintas, katanya kecelakaan lalulintas, kendaraan bermuatan penumpang, sampai saat ini masih terbilang sedikit, kecuali kendaraan angkutan batubara yang sering terjadi, kita belum tau penyebab terjadinya kecelakaan, karena masalah penyelidikan merupakan wewenang polisi lalulintas, juga masalah kriminalitas masih relatif sedikit, walaupun ada, tapi tidak membuming.

Lanjutnya, kendaraan angkutan batubara seharusnya bertanggung jawab atas terjadinya insiden yang merugikan baik masyarakat maupun negara, dalam hal ini transportir yang mrmbenahi kerusakan yang terjadi akibat ditabrak oleh kendaraan angkutan batubara itu sendiri, serta dampak yang ditimbulkan seperti jalan yang berdebu.

Seharusnya perusahaan atau transportir yang memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terkena dampak debu kendaraan batubara yang melintas di desa-desa dan kelurahan disepanjang jalan negara yang dilewati  oleh kendaraan batubara untuk biaya kebersihan atau menyapu jalan didepan rumah mereka tersebut.

Tambahnya, mengenai lapak pedagang buah yang ada dipasar bantingan, seusai hari raya idul fitri, akan dimulai pembangunan plaza bantingan, karena pemenang tender untuk mendapat pekerjaan bangunan plaza itu sudah ada pemenangnya, kemudian untuk pedagang buah nanti akan dipindahkan kedalam los yang kosong, sehingga tidak ada lagi pedagang buah yang tidak ada lapak buah,

Bagaimana harapan untuk kedepannya, saya berharap kedepan agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam segalanya, sehingga harapan tanjung enim kota wisata benar-benar terwujud, karena tanpa ada kesadaran dan kerjasama, antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan, sulit untuk terwujud kota yang bersih, indah dan rafi serta agamis, (smas) hanya mimpi, pungkasnya. (M Umar)

UPDATE CORONA