Dari Hoby Jadi Money, Karya Seni Lukisan Membawa Perubahan Terhadap Generasi Milenial

oleh -179.489 views
milenial

IDUL FITRI

Oleh : Siska Ananda Mahasiswi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Langsa IAIN Langsa

Bicara masalah milenial, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan kata kata milenial. Apalagi di Indonesia kata ini sudah sangat umum kita dengar. Banyak pendapat dari para ahli yang mengartikan maksud dari generasi milenial tersebut.

REALITAS TV

Sebagian para ahli mengatakan bahwa generasi milenial artinya orang-orang yang lahir antara tahun 1980-an hingga awal 90-an. Namun, sebagian ahli lainnya mengatakan bahwa tahun 2004 menjadi tahun terakhir dari kelahiran generasi milenial. Generasi ini juga disebut dengan generasi Y.

 Millenial mungkin merupakan salah satu istilah yang paling sering kamu dengar. Generasi Millenial kadang-kadang disebut sebagai “echo boomers” karena adanya lonjakan besar dalam tingkat kelahiran pada tahun 1980-an dan 1990-an.

 Karakteristik milenial berbeda-beda untuk setiap wilayah dan juga individu, dan kelompok ini mengalami berbagai kondisi sosial dan ekonomi, tetapi mereka umumnya ditandai oleh kemahiran yang mereka miliki karena besar di zaman perkembangan informasi.

Generasi ini juga identik dengan kepiawaian mereka dalam menggunakan teknologi digital, serta terlibat aktif dalam media sosial.

 Tidak hanya dalam media sosial saja generasi ini terlibat aktif, namun dalam karya seni pun generasi ini bisa membawa pengaruh besar terhadap generasi bangsa. Seperti karya seni Lukisan contohnya. Seni lukis itu sendiri merupakam salah satu cabang dari seni rupa, seni lukis ialah sebuah pengembangan dari menggambar.

Melukis ialah suatu kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi dan gagasan pencipta secara penuh. Sebuah lukisan membutuhkan konsep tutur yang subyektif, yaitu harus dapat menterjemahkan apa yang ada dalam obyek, tema atau gagasan secara representatif.

Pemuda-pemuda generasi bangsa pun telah banyak mengharumkan nama negara Indonesia lewat karya seni Lukis yang sering di ikut sertakan dalam sebuah pameran.

Tepatnya di Kota Langsa, Aceh ada salah satu seniman muda tepatnya di karya seni lukis yang cukup terkenal namanya dia adalah Ahmad Silfan Akbar (27 tahun).

Ahmad Silfan Akbar adalah salah satu seniman muda kota Langsa yang telah banyak menuangkan karyanya lewat lukisannya. Tidak hanya itu, pemuda yg sangat kreatif ini dia juga sering membuat handcraft atau kerajinan tangan seperti miniatur dan lampion. Dan akhirnya menjadi sebuah pekerjaan yg memiliki nilai jual tinggi untuk sebuah karyanya.

Suatu kebanggaan tersendiri dan juga keluarga karna lewat karyanya dia bisa dikenal banyak orang. Dia juga pernah melukis wali kota Langsa yaitu Bapak Usman Abdullah yang diapresiasikan langsung oleh bapak wali kota Langsa. Dan dia juga pernah melukis yang bercerita sejarah Kota Langsa yang dituangkan dalam hasil karyanya lewat lukisan.

Awal mula dia menyukai seni lukis ini bermula dari hobi nya di masa kecil. Dia sering menggambar di buku sekolah yang kemudian lama kelamaan menjadi profesi.

“ Awalnya sih dulu semasa kecil kan jaman-jamannya sunggoku ,nah dari situ saya suka gambar-gambar di kertas yaitu gambar sunggoku ya lama kelamaan alhamdulillah jadi profesi” kata Abang Silfan.

 Kemdian dari situ awal project pertamanya yaitu tahun 2014 ada salah satu brand rokok yang cukup terkenal nama brand tersebut itu membuat suatu event.

Dari situ awal mula Ahmad Silfan Akbar ini ditawarkan project ngelukis. Pada saat itu dia dibayar dengan tarif Rp. 1.400.000 yang pada saat itu bisa dibilang tarif segitu masih murah.

Tapi dari situlah pembuka rezeki di awal Ahmad Silfan Akbar ini. Diawal aja udah dapat tarif bayaran segitu apalagi sekarang tentu lebih besar lagi penghasilan yang di dapat oleh Ahmad Silfan Akbar ini.

 Karya seni Ahmad Silfan Akbar ini sangat luar biasa, bernilai sangat tinggi, karyanya mengekspresikan kebebasan bahkan bentuk protes terhadap kehidupan baik segi sosial atau apapun dengan cara yang kreatif.

Bahkan ada salah satu karyanya yang diangkat dari sebuah kisah nyata yaitu Lukisan Gajah yang diberi nama Bunta. Karya tersebut adalah menggambarkan seekor gajah yang telah mati karna diambil gadingnya oleh pemburu yang tidak bertanggung jawab. Gajah tersebut berasal dari daerah Peunaron, Aceh Timur.

Kemudian lukisan tersebut pernah di pamerkan dalam sebuah ajang pameran dan mendapat tawaran hingga Rp. 50.000.000 tapi sayangnya Ahmad Silfan Akbar tidak mau menjualnya karna baginya seni itu tidak pernah ternilai harganya.

 Selain lukisan-lukisan di media kanvas, dia juga mahir dalam membuat lukisan tembok yang disebut dengan Mural.

Seni Mural itu sendiri merupakan seni yang menggunakan media yang rata, baik itu di tembok, dinding, triplek, mobil, atau apapun yang penting rata dan permanen. Kalau dilihat dari objek lukisnya, Mural sangatlah luas dan lebih bebas, berkonsep bahkan terkadang memiliki alur cerita. Mural biasanya berbentuk gambar, bisa manusia, hewan, tumbuhan atau karakter dari benda. 

Salah satu karya Muralnya yang memiliki nilai bayaran yang fantastis yaitu tempatnya di Gedung BPN, Aceh Timur dan GOR (Gedung Olah Raga) Aceh timur.  Pada saat itu dia ngelukis pada tahun 2019. Bayaran yang diterima pada saat itu mencapai puluhan juta rupiah. Sungguh nominal yang besar untuk sebuah karya.

Dia juga pernah ngelukis Mural di salah satu kampus yang terkenal di Kota Langsa yaitu kampus IAIN Langsa tepatnya berada di ruang biro akademik.

Tidak sampai disitu, dari pengalamannya selama menjalani dunia seni lukis ini dia berinisiatif untuk membentuk suatu Komunitas dimana di dalam nya terdapat beberapa anggota anak muda Kota Langsa yang bahkan sangat jago ngelukis juga. Komunitas tersebut diberi nama Kaleng Cart yang diketuai langsung olehnya Ahmad Silfan Akbar.

Komunitas tersebut dibentuk pada tahun 2019. Di Komunitas tersebut juga ada penasihat khusus yaitu Bapak Edi Siswanto beliau adalah salah satu masternya di seni lukis yang cukup terkenal. Beliau juga termasuk Guru atau Senior dari Ahmad Silfan Akbar.

 Sungguh sangat termotivasi sekali kisah dari Ahmad Silfan Akbar ini. Darinya kita dapat ambil kesimpulan teruslah berkarya jangan dipendam bakat yang kalian punya. Karna majunya suatu bangsa ada di tangan kalian.

Sekian dari saya penulis Siska Ananda, wassalam.

UPDATE CORONA

BACA JUGA :   Memaknai Filsafat Dalam Ajaran Islam