Pembunuhan Berantai Tujuh Orang di Sukoharjo Divonis Mati, Salah Satu Anggota Kopassus

oleh -83.489 views
Pembunuhan

IDUL FITRI

Sukoharjo I Realitas – Majelis Mahkamah Agung (MA) memutuskan menolak peninjauan kembali hukuman mati terhadap Yulianto warga RT 02/RW 15, Kragilan, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo.

Pasalnya, aksi pria 48 tahun itu sangat sadis yakni melakukan pembunuhan berantai dengan tujuh korban jiwa Bukan karena masalah besar, sebagai tukang pijat Yulianto kerap tersinggung lantas menghabisi nyawa korban.

REALITAS TV

Korban pertama dari peternak kambing dan sapi itu adalah Sugiyono Pelaku menghabisi nyawa Sugiono pada 2005 silam.

Saat memijat, Yulianto memberikan korban minuman beracun yang mengandung kecubung Motifnya karena Yulianto tersinggung atas tingkah korban yang menagih utang Rp40 juta yang ia pinjam.

BACA JUGA :   Polda Aceh Pastikan Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Tetap Terapkan Prokes

Usai Sugiono meninggal, Yulianto mengubur jenazahnya di samping kandang ternak untuk menghilangkan jejak.

Berselah 2 tahun dari kejadian pertama, kini giliran Suhardi yang menjadi korban Yulianto Kala itu, Suhardi tengah bersemedi di Gua Cemai, Bantul.

Mayat Suhardi dibiarkan di sebuah genangan air dan ditindih dengan batu besar Setelah dua kali membunuh, pembunuhan terus terulang hingga korban ketujuh.

Korban ketujuh merupakan anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Kopda Santoso. Saat kejadian, Kopda Santoso mendatangi Yulianto karena berniat ingin pijat badan.

Ketika itu, saat memijat, Yulianto dan Santoso terlibat percakapan yang membuat Yulianto tersinggung. Yulianto kemudian membuat ramuan jamu yang mengandung kecubung dan memberikannya ke Kopda Santoso.

BACA JUGA :   Terapkan Prokes Bupati Batu Bara & Seluruh Jajaran OPD Sholat Idul Fitri

Alhasil, Kopda Santoso pusing dan sempoyongan, kemudian Yulianto mencekik Kopda Santoso hingga meninggal. Jenazah Kopda Santoso kemudian ia kubur di dapur rumahnya.

Akhirnya Terungkap

Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya pasti jatuh juga Akhirnya, kematian Kopda Santoso terungkap pada Agustus 2010 yang sekaligus membongkar kedok Yulianto.

Awalnya, Mul, istri pelaku curiga saat melihat gundukan tanah di dalam rumah Yulianto dan sempat bertanya pada suaminya.

Tapi bukan jawaban yang ia dapat, melainkan amarah dari sang suami Kecurigaan semakin kuat saat Mul melihat suaminya memakai sepeda motor milik Kopda Santoso.

BACA JUGA :   Hadapi Arus Balik, Polda Banten Akan Periksa Kendaraan di 24 Pos

“Istri Yulianto bertanya kepada suaminya, tapi Yulianto marah-marah. Akhirnya istri Yulianto diam. Pada waktu Yulianto pergi, istrinya menemui kenalannya yang seorang anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan dan teman Kopda Santoso,” tutur Sutarto, mantan penasihat hukum Yulianto, Senin (24/8/2020) sebagaimana dikutip dari okenews.

Berdasarkan informasi dari Mul, anggota Kopassus langsung mendatangi rumah Yulianto dan mengecek gundukan itu.

Setelah merasa benar bahwa ada gundukan mencurigakan di dalam rumah Yulianto, Kopassus akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Kartasura Begitulah bagaimana semua kedok pembunuhan sadis Yulianto akhirnya terungkap. (Red)

UPDATE CORONA